5.15.2009

CONTOH PARAGRAF DESKRIPSI, EKSPOSISI, ARGUMENTASI, NARASI, DAN PERSUASI

78 comments    
categories: 
CONTOH PARAGRAF DESKRIPSI, EKSPOSISI, ARGUMENTASI, NARASI, DAN PERSUASI

Dosen Pembimbing : Drs. Sabhan, M.Si

Nama : Anis Nur Yasmine

NPM : 08010 D3 Fi

PROGRAM STUDI DIII FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2009
A. Deskripsi 
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti:
Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera.
Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
Pola pengembangan paragraf deskripsi:
Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat.
Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.
Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.
Contoh Paragraf:

Siang itu aku sedang duduk santai di sofa empuk di dalam apotik milikku yang baru saja dibuka. Apotik ini adalah impianku sejak aku kuliah di Farmasi dulu. Sekarang aku memandang puas pada usahaku selama ini. Aku bisa mendirikan apotik di kota kelahiranku. Apotik ini cukup luas, beberapa rak besar tempat obat-obatan berjejer rapi dengan kemasan-kemasan obat warna-warni yang dikelompokkan menurut farmakologinya dan disusun alfabetis. Pandangan saya tertuju pada rak buku di pojok ruangan yang berisi buku-buku tebal. Ku ambil satu buku yang disampulnya tertulis Informasi Spesialis Obat atau yang biasa disebut kalangan farmasi dengan buku ISO. Setelah ku pandangi aku tersenyum dan mengembalikannya ke tempat semula. buku ini adalah buku pertama yang kubeli saat aku kuliah dulu. Aku memandang lagi secara keseluruhan apotik ini, sebuah televisi 14 inci dan sebuah computer di meja kasir. Hembusan angin dari AC cukup membuat udara terasa sejuk di bulan Mei yang panas ini.

B. Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya.


Ciri-ciri paragraf eksposisi:
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya.
Ciri-ciri paragraf eksposisi:
a. Memaparkan definisi (pengertian).
b. Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan.
Contoh:
Paragraph 1 (a)
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.

Paragraph 2 (b)
Pernahkan Anda menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut? Bagaimana cara mengatasinya? Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut. Pertama, persipakan diri Anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu; kedua, pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut; ketiga, pupuk dan binalah rasa percaya diri; keempat, setelah timbul rasa percaya diri, pertebal keyakinan Anda; kelima, untuk menambah rasa percaya diri, kita harus menambah kecakapan atau keahlian melaluin latihan atau belajar sungguh-sungguh.
Sumber : www.telukbone.org

C. Argumentasi
Karangan argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi).
Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
Ciri-ciri karangan argumentasi:
Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
Penutup berisi kesimpulan.
Contoh:
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.
Sumber : www.publicopinion.com

D. Narasi
Menurut Keraf (2000:136), ciri karangan narasi yaitu:
Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
Dirangkai dalam urutan waktu.
Berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi?
Ada konfliks.
Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
1. Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.
2. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
3. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
4. Memiliki nilai estetika.
5. Menekankan susunan secara kronologis.



Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.
Jenis-jenis Karangan Narasi
a. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis)
Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.
b. Narasi Sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
Contoh:
a. Narasi ekspositoris
Siang itu, Sabtu pekan lalu, Ramin bermain bagus. Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi Ahmad, mempelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di Perumahan Kampung Meruyung. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Ahma, sang pengantin….
Sumber : Tempo, 20 Februari 2005 dari alamat website www.scribd.com

b. Narasi sugestif
Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Dengan cepat ia mengayunkan pedang itu ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang itu dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar. Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi semuanya gagal.
Sumber : Terampil Menulis Paragraf 2004: 66 dari alamat website www.scribd.com

Contoh lain :
Kemampuan apresiasi musik pada seorang anak dapat dibentuk melalui tiga cara. Pertama, secara alamiah seseorang dibiasakan mendengarkan karya musik. Kebiasaan itu dimulai sejak anak masih berupa janin dalam rahim ibunya. Persentuhan emosi sang ibu dengan berbagai irama yang didengarkan akan ikut dirasakan oleh janin. Besar kemungkinan akan terjadi respons motorik janin yang dirasakan oleh sang ibu. Kedua, sejak anak dilahirkan ia dibiasakan dengan berbagai irama musik yang mengiringnya pada saat menjelang tidur atau bermain. Alat pendengar anak menjadi peka menangkap berbagai irama dari instrumen musik yang didengarnya. Lambat-laun, seiring dengan pertumbuhan fisik dan kognisinya, musik akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan anak. Ketiga, apresiasi musik dikembangkan melalui pendidikan formal. Untuk itu, pendidikan musik diarahkan kepada pengenalan, pemahaman, penghayatan, dan sikap kritis serta kreatif terhadap karya musik.


E. Persuasi
Paragraf persuasif adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta.

Contoh:
Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional.
Sumber : Kompas,14 Mei 2009 dengan perubahan seperlunya

Contoh 2: 
Kita semua mengetahui bahawa kondisi lingkungan Kota Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali sungai yang kotor akibat pembuangan limbah yang tidak teratur serta pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor yang semakin banyak. Ini semua dapat menyebabkan gangguan bagi makhluk hidup di Kota Jakarta, temasuk manusia. Pernapasan kita dapat terganggu dan keindahan Kota Jakarta tercemar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita sebagai penduduk Kota Jakarta berusaha untuk melestarikan lingkungan kota ini dengan berbagai macam usaha. Di antaranya adalah dengan penghijauan, pembuatan taman kota, dan pelarangan membuang sampah di sembarang tempat. Ini semua dapat mengendalikan keindahan Kota Jakarta.


Thanks Jangan Lupa Tinggalin Jejaknya ^^

5.10.2009

PANCAINDERA MANUSIA, Anatomi Fisiologi Manusia

2 comments    
categories: 
 by: Anis Nur Yasmine

 PANCAINDERA MANUSIA, Anatomi Fisiologi Manusia


1. KULIT

LAPISAN KULIT
EPIDERMIS ATAU KUTIKULA
Tersusun atas epitelium berlapis dan terdiri atas sejumlah lapisan sel :
- selapis lapisan tanduk
- selapis zona germinalis
* stratum korneum
* stratum lesidum
* stratum granulosum
* stratum spinosum
* Stratum basal
DERMIS ATAU KORIUM
Tersusun atas jaringan fibrus dan jaringan ikat yang elastik
a.lapisan atas → (Staratum papilar)
b.lapisan bawah →retikulans (stratum retikulans ), terdiri dari jaringan ikat longgar yang tersusun dari serabut-serabut
- serabut kolagen →kekuatan kulit
- serabut elastis →kelenturan kulit
- retikulus → memberikan kekuatan pada sekitar kelenjar dan folikel rambut.

PELENGKAP KULIT

Rambut
Sel epidermis yang berubah, rambut tumbuh dari folikel rambut di dalam epidermis.
Kuku
sel epidermis kulit-kulit yang telah berubah, tertanam dalam palung kulit menurut garis lekukan pada kulit.
Kelenjar kulit
merupakan lobulus-lobulus yang bergulung-gulung dengan saluran keluar lurus yang merupakan jalan untuk mengeluarkan berbagai zat dari badan (kelenjar keringat).


FUNGSI KULIT

Fungsi proteksi
menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisis/mekanis, gangguan panas, gangguan refleksi dari luar dan gangguan kimiawi yang dapat menimbulkan iritasi.
Sebagai Pengatur Panas
suhu tubuh tetap stabil meskipun terjadi perubahan suhu lingkungan
Vasolidasi
Kapiler melebar →kulit menjadi dan kelebihan panas →dipancarkan ke kelenjar keringat →terjadi penguapan cairan pada permukaan tubuh.
Vasokonstriksi
Pembuluh darah mengerut → kulit menjadi pucat & dingin→keringat dibatasi→panas suhu tubuh tidak dikeluarkan.
Fungsi Ekskresi
Kelenjarkulit mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme
Penyimpanan lemak dan air
Sebagai indera peraba

2. LIDAH Terletak pada dasar mulut
Ujung dan pinggiran lidah bersentuhan dengan gigi-gigi bawah
Permukaan melengkung pada bagian atas lidah - dorsum
Sedangkan bagian bawahnya - fremulum linguae

PERMUKAAN LIDAH
Permukaan atas - beludru dan ditutupi papil-papil
papil-papil tersebut terbagi tiga :
1. papilae sirkumvalata
ada 8 s/d 12 buah
terletak dibagian dasar lidah
2. Papilae fungiformis
diujung dan sisi lidah
3. Papilae filiformis
banyak dan tersebar di permukaan lidah


SENSASI RASA

Manis → diujung lidah
Asam → dibagian samping lidah
Asin → dibagian samping lidah
Pahit → dibagian belakang lidah

FUNGSI LIDAH'

MENDORONG MAKANAN
MENGADUK MAKANAN'
MEMBOLAK-BALIK MAKANAN
MERASAKAN KERAS DAN LEMBUTNYA MAKANAN
MELUMATKAN MAKANAN

FUNGSI PAPIL/ KUNCUP PENGECAP

Substansi - bentuk cairan/ larut dengan saliva
Kuncup pengecap bekerja sama dengan reseptor pada rambut pengecap, kemudian menstimulasi dendrit sensorik- impuls saraf - saraf fasial (CN VII) dan saraf glosofarinyeal (CN IX) melalui jalur pengecap - insula korteks serebelar

3. MATA

Mata adalah organ yang komplek, dimata terdapat reseptor khusus cahaya yang disebut fotoreseptor
Setiap mata mempunyai satu lapisan reseptor, suatu sistem lensa untuk memusatkan cahaya pada reseptor, dan sistem saraf untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke otak

Umumnya mata dilukiskan sebagai bola, tetapi sebetulnya lonjong dan bukan bulat seperti bola. Bola mata mempunyai garis menengah kira-kira 2½ centimeter, bagian depannya bening, serta terdiri dari tiga lapisan :
Lapisan luar(fibrus) yang merupakan lapisan penyangga.
Lapisan tengah(vaskuler).
Lapisan dalam, lapisan saraf.


SARAF-SARAF DALAM MATA

Saraf optikus atau urat saraf kranial kedua adalah saraf sensorik untuk penglihatan.
Saraf penglihatan memiliki tiga pembungkus yang serupa dengan yang ada pada meningen otak.
Lapisan luarnya kuat dan pibrus serta bergabung dengan sklera, lapisan tengah halus seperti arakhnoid, sementara lapisan dalam adalah vakuler (yang mengandung banyak pembuluh darah).

BAGIAN DARI BOLA MATA DAN FUNGSINYA

Bagian bola mata Fungsi
Konjungtiva Melindungi kornea dari gesekan
Sklera Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan memungkinkan melekatnya otot mata.
Kornea (lensa mata) Memungkinkan lewatnya cahaya dan merefrksikan cahaya.
Koroid Mengandung pembuluh darah menyuplai retina dan melindungi refleksi cahaya dalam mata.
Badan siliaris Menyokong lensa, menganung otot yang memungkinkan lensa berubah bentuk, dan mensekresikan aqueous humor.
Iris (pupil) Mengendalikan ukuran pupil, sedangkan pigmennya mengurangi lewatnya cahaya
Lensa Untuk pemfokus dengan merubah bentuk
Retina Mengandung sel batang dan kerucut
Fovea (bintik kuning) Bagian retina yang mengandung sel kerucut
Bintik mata Daerah tempat sarf optik meninggalkan bagian dalam bola mata dan tidak mengandung sel knus dan batang
Vitrous humor Menyokng lensa dan menlong dalam menjaga bentuk bola
Aqueous humor Menjaga bentuk kantung depan bola mata

KELAINAN PADA MATA

Mata myopi (rabun jauh): tidak jelas melihat benda yang letaknya jauh dan dapat ditolng dengan kaca mata berlensa negatif
Hipermetropi(rabun dekat): tidak jelas melihat benda yang letaknya dekat dan dapat ditolong dengan kaca mata berlensa positif.
Presbiopi (mata tua) : akomodasi lensa berkurang ditolong kaca mata rangkap
Trachoma : penyakit mata karena virus trachoma A, B dan C
Conjungtivis: radang mata
Buta warna : karena kurang sel reseptor yang konus(kerucut)
Katarak : lensa mengeras
Xeroptalmia : rabun senja karen difisiensi vitamin A

4. TELINGA

Telinga luar
Daun telinga (aurikel atau pinna)
Liang telinga (meatus auditorius external)
Telinga tengah
Gendang telinga (membrana tympani)
Tulang-tulang pendengaran
Otot stapedius
Saluran eustachi (tuba eustachius)
Telinga dalam
Kanalis semirkularis
Vestibula
Tingkap oval
Membran reissner
Sel rambut


BAGIAN DARI TELINGA DAN FUNGSINYA

AURIKEL/DAUN TELINGA
untuk menangkap gelombang suara dan mengarahkannya ke dalam MAE
MEATUS AUDITORIUS EKSTERNAL/ LIANG TELINGA LUAR
berfungsi sebagai buffer terhadap perubahan kelembaban dan temperatur yang dapat mengganggu elastisitas membran tympani
MEMBRANA TYMPANI/GENDANG TELINGA
Berfungsi menerima getaran suara dan meneruskannya pada tulang pendengaran
TULANG TULANG PENDENGARAN
Berfungsi menurunkan amplitudo getaran yang diterima dari membran tympani dan meneruskannya ke jendela oval
TUBA EUSTACHIUS
Berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan udara di luar tubuh dengan di dalam telinga tengah
OTOT STAPEDIUS
Kelumpuhan pada stapedius dapat menyebabkan osilasi lebar pada tulang sanggurdi, menyebabkan reaksi peninggian getaran suara. Suara yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ketulian.
KANALIS SEMISIRKULARIS
Berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh dalam hal rotasi
VESTIBULA
Berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh dalam hal posisi.
TINGKAP OVAL
bukaan berselaput yang menghubungkan telinga tengah dengan telinga dalam.
SEL RAMBUT
Sel yang ada di dalam telinga yang berfungsi sebagai penerus gelombang suara dari telinga dalam kepada sel-sel syaraf pendengaran.juga berfungsi sebagai landasan atau dasar dari koklea dan tulang-tulang pendengaran di dalam telinga.

MEKANISME PENDENGARAN

* Getaran suara ditangkap oleh aurikel yang diteruskan keliang telinga sehingga menggetarkan membran tympani.
* Getaran diteruskan ke tulang tulang pendengaran, stapes akhirnya menggerakkan foramen oval yang juga menggerakkan perilymph dalm skala vestibuli. Dilanjutkan melalui membran vestibuler yang mendorong endolymph dan membran basal ke arah bawah, perilymph dalam skala tympani akan bergerak sehingga mendorong foramen rotundum ke arah luar.
* Skala media yang menjadi cembung mendesak endolymph dan mendorong membran basal dan menggerakkan perilymph pada skala tympani.
Pada saat istirahat,ujung sel rambut berkelok kelok dan dengan berubahnya membran basal, ujung sel rambut menjadi lurus. Rangsangan fisik tadi diubah oleh adanya perbedaan ion kalium dan natrium menjadi aliran listrik yang diteruskan ke nervus VIII yang diteruskan ke lobus temporal untuk dianalisis

CAIRAN TELINGA

Endolimfe
Endolimfe atau cairan Scarpa adalah cairan yang berada di dalam labirin telinga dalam. Kation utama yang berada di cairan ekstraselular ini adalah kalium. Ion yang terdapat di dalam endolimfe lebih banyak dari perilimfe.
Gangguan pada endolimfe dapat menyebabkan gerakan tersentak-sentak dan dapat membuat mabuk darat.
Perlimfe dan endolimfe memiliki komposisi ionik yang unik yang sesuai untuk menjalankan fungsinya yaitu mengatur rangsangan elektrokimiawi dari sel-sel rambut di indera pendengaran. Potensoal listrik dari endolimfe ~80-90 mV lebih positif dari perilimfe.
Perilimfe
Perilimfe adalah cairan ekstraseluler yang terletak di koklea, tepatnya pada bagian skala timpani dan skala vestibuli. Komposisi ionik perimlife seperti pada plasma dan cairan serebrospinal. Kation terbanyak adalah natrium.
Perlimfe dan endolimfe memiliki komposisi ionik yang unik yang sesuai untuk menjalankan fungsinya yaitu mengatur rangsangan elektrokimiawi dari sel-sel rambut di indera pendengaran. Potensoal listrik dari endolimfe ~80-90 mV lebih positif dari perilimfe.

5. HIDUNG


Rasa penciuman diransang oleh gas yang terhirup ataupun oleh unsur-unsur halus
Kalu kita bernafas lewat hidung dan kita mencium bau suatu udara, udara yang kita hisap melewati bagian atas dari rongga hidung melalui konka nasalis

Di dalam konka nasalis terdapat tiga pasang karang hidung

Konka nasalis : a. Konka nasalis superior
b. Konka nasalis media
c. Konka nasalis inferior

FISIOLOGI PENCIUMAN

Bau yang masuk ke dalam rongga hidung akan meransang saraf (nervus olfaktorius) dari bulbus olfaktorius.
Indera bau bergerak melalui traktus olfaktorius dengan peranteraan stasiun penghubung pusat olfaktorius pada lobus temporalis di otak besar tempat perasaan itu ditafsirkan.


KELAINAN PADA PENCIUMAN

Rasa penciuman akan lemah
Selaput lendir hidung kering
Basah
Membengkak seperti influenza
Rasa penciuman hilang sama sekali, karena ada komplikasi suatu cedera pada kepala
Usia yang lebih dari 80 tahun, 75 % kemampuan penciuman terhadap bau terganggu
Gangguan penciuman :
Anosmia
Hiposmia
disosmia

DESKRIMINASI BAU
Bau yang berbeda dan menghasilkan pada ruang yang berbeda
Bau khuss, bergantung pada pola ruang perangsangan reseptor dalam membran mukosa olfaktorius
Bila seseorang mencium bau yang paling tidak disukai, maka persepsi akan bau akan menurun dan kemudian berhenti.

PERBEDAAN ALAT PENCIUMAN DAN PENGECAP

Alat penciuman Alat pengecap
Menentukan zat yang jauh letaknya Menentukan zat yang letaknya dalam rongga
Menentukan banyak sekali macam rasa Menentukan 4 macam rasa
Memerlukan zat kimia Tidak memerlukan zat kimia

SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL

10 comments    
categories: 
“MAKALAH”

SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL
GURU PEMBIMBING : ABDURAJI

DISUSUN
OLEH
NAMA :
1. ANIS NUR YASMINE
2. ANISATIANI
3. ESTI NORPRIYANTI
4. DWI SISKA PRATIWI


KELAS : XI IPA 1

DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS DARI MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

SMA NEGERI 1 TAMIANG LAYANG
KABUPATEN BARITO TIMUR
2006




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “Sejarah Kebangkitan Nasional” yang merupakan salah satu tugas dari mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Dalam makalah ini kami menguraikan tentang sejarah Indonesia, bagaimana rakyat Indonesia bangkit melawan penjajahan dengan cara melalui pendidikan yang di pelopori oleh kalangan terdidik atu golongan terpelajar. Golongan terpelajarlah yang kemudian mempolopori kebangkitan nasional di Indonesia pada awal abad ke-20.
Dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Abduraji yang telah memberikan bantuan dan kebijaksanaan kepada penulis sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini.
Akhirnya dengan penuh rasa syukur penulis berharap semoga tulisan yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi pembaca.



Tamiang Layang, September 2006



Penulis


DAFTAR ISI

Halaman
JUDUL MAKALAH……………………………………………….................... 1
KATA PENGANTAR………………………………………………………….. 2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………. 3


BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………. 4
A. LATAR BELAKANG…………………………………………….. 4
B. TUJUAN DAN KEGUNAAN MAKALAH………………………. 4
C. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN……………………………. 4

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………. 5
A. LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA…………………… 5
B. PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA.. 8
C. SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928………………………… 9
D. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA………………… 10
E. PROSES TERBENTUKNYA NEGARA DAN PEMERINTAH RI… 10
F. TERJADINYA KRISIS POLITIK,EKONOMI,SOSIAL DAN
REFORMASI………………………………………………………… 11
G. KONDISI KEHIDUPAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL BUDAYA
PADA AWAL KEMERDEKAAN………………………………. .11
BAB III PENUTUP.....................13
A. KESIMPULAN………………………………………………………. 13
B. SARAN-SARAN……………………………………………………..14


DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Lembaga pendidikan formal sekolah merupakan salah satu tempat berlangsungnya proses belajar mengajar yang diusahakan dengan sengaja untuk menyajikan pengalaman bagi siswa supaya mereka dapat tumbuh dan berkembang menuju tingkat kedewasaan.

Terselenggaranya pendidikan baik oleh pemerintah kolonial maupun perguruan kebangsaan Indonesia telah melahirkan kalangan terpelajar yang peduli dan sadar akan nasib bangsanya. Kita sebagai generasi penerus harus mencontoh bagaimana para pejuang, para pemimpin awal bangsa ini yang giat menuntut ilmu melalui pendidikan yang melahirkan pemikir-pemikir handal dalam masa kebangkitan nasional.

Karena itulah kami memilih membuat makalah tentang “Kebangkitan Nasional”. Agar kita semua sadar betapa gigihnya dan sulitnya para pejuang kita merebut kemerdekaan, agar kita sadar akan pentingnya sebuah kemerdekaan, yang semestinya kita isi dengan belajar giat, melestarikan alam dan menjaga lingkungan, agar kemerdekaan itu menjadi bermakna.

B. TUJUAN DAN KEGUNAAN MAKALAH

Tujuan kami dalam pembuatan makalah ini adalah :

1. Mengetahui bahwa kemerdekaan itu didapat dengan susah payah.
2. mengetahui bagaimana usaha para pahlawan pendidikan dalam meraih kemerdekaan.


Kegunaan pembuatan makalah ini adalah :

1. Agar kita menyadari betapa pentingnya sebuah kemerdekaan.
2. Kita dapat mencontoh para pejuang yang gigih mendapatkan kemerdekaan.

C. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN

Guna menghindari kesalahan pengertian dan kesalahan menafsirkan makna yang terkandung dalam makalah ini penulis memandang perlu untuk memberikan batasan atau ruang lingkup terhadap masalah yang di bahas. Ruang lingkup masalah yang dimaksud adalah sebagaimana yang dikemukakan sebagai berikut :

1. Makalah ini dibuat berdasarkan sumber-sumber dari buku-buku pelajaran dan buku-buku referensi tentang Kebangkitan Nasional.
2. Makalah ini tidak hanya mencakup tentang Kebangkitan Nasional, tetapi juga mencakup tentang Kemerdekaan Republik Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

A. LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA

Nasionalisme Indonesi tumbuh pertama kali di kalangan terpelajar. Latar belakang kesadaran akan nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut.

Kalangan terpelajar dari berbagai daerah menyadari nasib sama sebagai jajahan Belanda
Nasib sama itu lebih lanjut memunculkan tekad untuk merdeka sebagai satu bangsa.
Upaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia menghadapi kendala amat berat sebagai berikut.

Pengaruh politik kolonialisme Belanda sudah tertanam lama dan dalam di tengah masyarakat Indonesia.
Tidak semua masyarakat Indonesia mau merdeka, terutama yang merasakan keuntungan dari pemerintah kolonial.
Sebagian besar masyarakat belum menyadari sebagai satu bangsa. Mereka masih terikat pada daerah masing-masing.

Menghadapi kendala berat itu, kalangan terpelajar bertekad untuk tanpa kenal lelah menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa. Untuk menemukan cara yang tetap, mereka mempelajari berbagai buku mengenai demokrasi dan nasionalisme yang tumbuh di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika. Dan belajar dan mengamati itu, kalangan terpelajar memutuskan untuk membentuk organisasi kebangsaan ( organisasi yang melepaskan diri dari sifat-sifat kedaerahan ).
Tumbuhnya berbagai organisasi kebangsaan menandai masa baru dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Masa baru ini dikenal sebagai masa Kebangkitan Nasional. Organisasi kebangsaan ini berciri modern, artinya memiliki tujuan, pengurus, dan aturan yang jelas.

B. PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA

Pada mulanya, organisasi kebangsaan bercorak sosial, budaya, ekonomi dan agama. Barulah sejak tahun 1912, organisasi kebangsaan bercorak poilitik dengan tujuan utama INDONESIA MERDEKA.

1. BUDI UTOMO
Berdirinya Budi Utomo dirintis oleh upaya Dr. Wahidin Sudirohusodo mengumpulkan dana pendidikan Bumiputera.
Budi Utomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Tanggal ini dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Tokoh pendirinya adalah para mahasiswa STOVIA, seperti Soetomo, Gunawan, Cipto Mangunkusomo, dan R.T.Ariyo Tirto kusumo.
Pada mulanya, Budi Utomo bukan organisasi politik, kegiatannya terpusat pada bidang sosial budaya. Sejak tahun 1915, Budi Utomo mulai bergerak di bidang politik.
Pada tahun 1929, Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia).
Pada tahun 1935, Budi Utomo bergabung dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) yang dipimpin oleh Soetomo. Penggabungan (Fusi)
Itu membentuk organisasi baru bernama Parindra (Partai Indonesia Raya).


2. SAREKAT ISLAM (SI)
Pada tahun 1909, Kyai Haji Samanhadi, sudagar batik dari Solo, mendirikan Sarekat Dagang Islam.
Tujuan Organisasi adalah membela kepentingan pedaganf Islam dari ancaman dan dominasi pedagang Cina, serta meningkatkan pengalaman ajaran Islam di antara para anggota.
Pada tahun 1921, Sarekat Dagang Islam berubah nama menjadi Sarekat Islam (SI). Perubahan nama itu di ikuti dengan perluasan tujuan, yakni melawan segala bentuk penindasan dan dominasi rasional.
Tokoh SI antara lain Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, Abdul Moeis, dan Suryopranoto,
Sejak tahun1917, terjadi perpecahan di tubuh SI, dengan adanya SI Putih yang tetap setia kepada garis organisasi SI dan SI Merah yang cenderung ke arah sosialis-komunis. Akhirnya, pada tahun 1921, Si Merah memisahkan diri menjadi Partai Komunis Indonesia.

3. INDISCHE PARTIJ

Indische Partij (IP) didirikan pada tahun 1912 di kota Bandung oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).
IP bertujuan menyatukan semua golongan masyarakat Indonesia, yaitu Indonesia asli, keturunan Cina, dan arab, dalam semangat Nasionalisme menuju Indonesia merdeka. Dengan tujuannya itu IP menempatkan diri sebagai organisasi politik pertama di Indonesia.
Pada tahun 1913, Ip dinyatakan sebagai partai terlarang. Larangan tersebut turut dilatarbelakangi oleh tulisan Suwardi Suryaningrat berjudul Als Ik een Nederlander was (jika saya seorang Belanda) sebagai reaksi terhadap peringatan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari penjajahan Prancis. Secara tajam tulisan itu menyindir tindakan pemerintah kolonial mewajibkan bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan bangsa yang menjajahnya.
Sebagai tindak lanjut pelarangan IP, tiga serangkai ditangkap dan diasingkan ke Belanda.

4. MUHAMMADIYAH

Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan.
Muhammmadiyah bertujuan untuk mengembangkan ajaran agama Islam, memeberantas kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang benar.
Meskipun tidak menempuh jalur politik, Muhammadiyah mampu menarik banyak pendukung.Muhammadiyah amat berperan dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

5. PERHIMPUNAN INDONESIA

Perhimpunan Indonesia (PI) berasal dari Organisasi pelajar Indonesia bernama Indische Vereeniging. Organisasi itu didirikan pada tahun 1908 sebagai forum komunikasi di antara para pelajar Indonesia yang merantau di luar negeri.
Pada tahun 1925, Indonesische Vereeniging berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia(PI).
Tokoh PI antara lain Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, Sastro Mulyono, dan Sartono.
PI bergabung dengan liga antiimperialisme dan penindasan kolonial. Dalam kongre liga pada tahun 1926 di Prancis, Hatta secara tegas menyuarakan tuntutan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1927, PI keluar dari liga, setelah kaum komunis mendominasi liga tersebut.
Pada tanggal 10 Juni 1926, Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, dan Nazir Pamuncak ditangkap, dengan tuduhan menghasut pemberontokan melawan pemerintah.Sebelum sidang pengadilan setahun kemudian , keempatnya dibebaskan. Sejak saat itu, gerak-gerik PI diawasi dengan ketat.

6. PARTAI KOMUNIS INDONESIA

Partai Komunis Indonesia berdiri pada tanggal 23 Mei 1920. Dalam melaksanakan programnya, PKI berpegang teguh pada kebijakan Komintern (Komunis Internasional). Seuai dengan kebikjakan Komintern, PKI menyusup ke dalam partai lain, terutama Sarekat Islam.
Akibat ulah PKI SI terpecah menjadi dua kubu. SI Merah (julukan untuk SI Prokomunis) dan SI Putih (julukan untuk SI Nonkomunis). Akhirnya aturan disiplin SI, mengharuskan SI Merah keluar dari SI. Peristiwa pada tahun 1921 itu menandai berdirinya PKI sebagai organisasi politik yang berdiri sendiri.
Untuk membentuk organisasi massa yang kuat, PKI melakukan propaganda terhadap kalangan bawah, terutama kaum buruh. Dengan sifat revolusionernya, PKI mamapu memperoleh dukungan dalam waktu cepat.
Kemajuan pesat itu terrnyata membuat PKI lupa diri karena membawa PKI pada keputusan untuk menggalang pemberontakan terhadap pemerintah kolonial
Pada tanggal 13 November 1926, pemberontakan PKI meletus. Pemberontakan berupa pemogokan dan kerusuhan di Batavia, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, tetapi pemberontakan tersebut dapat ditumpas dalam waktu singkat.


7. PARTAI NASIONAL INDONESIA (PNI)

PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung di bawah pimpinan Ir. Soekarno.
PNI bertujuan mencapai Indonesia merdeka dengan usaha sendiri. Ideologi PNI disebut Marhaenisme.
Dalam propogandanya, PNI langsung menyoroti berbagai bentuk ketidakadilan dan penindasan akibat kolonialisme Belanda.
PNI juga mengadakan kegiatan konkret untuk membangun kesejahteraan rakyat di bidang ekonomi, sosial, dan politik.
Khawatir akan perkembangan nasionalisme di kalangan rakyat, pemerintah kolonial menangkap para tokoh PNI seperti Soekarno, Maskoen, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata. Mereka dituduh menyulut kekacauan dan pemberontakan.
Akhirnya sidang pengadilan Kolonial (Landraad) menjatuhkan hukuman penjara kepada para pemimpin PNI.

8. PERSATUAN BANGSA INDONESIA

PBI berawal dari kelompok belajar bernama Indonesische Studie Club. Kelompok ini didirikan oleh Dr. Sutomo di Surabaya, pada tahun 1924. Pada bulan November 1930, kelompok itu berubah menjadi PBI.
Kegiatan PBI menitikberatkan pada usaha memperbaiki kesejahteraan rakyat. Salah satunya mendirikan rukun tani. Rukun tani itu terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan petani.Keberhasilan itu mengundang banyak dukungan terhadap PBI sehingga gerak-gerik organisasi itu mulai diawasi pemerintah kolonial.
Kegiatan PBI selanjutnya menggalakkan koperasi, memebentuk serikat kerja, dan meningkatkan pengajaran dan pendidikan rakyat.
Pada tahun 1935, PBI dan Budi Utomo bergabung membentuk Parindra.


9. GABUNGAN POLITIK INDONESIA (GAPI)

GAPI didirikan pada tanggal 21 mei 1939 di Jakarta. Sebagai forum komunikasi antar partai, GAPI tetap memberi kebebasan bagi partai untuk bergerak sesuai program masing-masing.
Tokoh GAPI antara lain Muhammad Husni Thamrin, Amir Syarifudin, dan Abikusno Cokrosuyoso.
Untuk melaksanakan aksinya, GAPI mengadakan Kongres Rakyat Indonesia, tanggal 25 Desember 1939. Keputusan penting dari kongres tersebut antara lain penetapan bendera merah putih sebagai bendera kebangsaan dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kebangsaan.
Saat Perang Dunia II meletus , GAPI mengeluarkan resolusi kepada ratu Belanda , perlemen Belanda , gubernur jenderal Hindia Belanda , dan Volksraat ( dewan rakyat Hindia Belanda yang dibentuk pada tahun 1914 ). Resolusi itu menuntut penggantian Volksraat dengan perlemen sejati yang anggotannya dipilih oleh rakyat dan menuntut perubahan ketatanegaraan Indonesia.
Menjelang kedatangan Jepang, tuntutan GAPI semakin gencar melalui pembentukan Majelis Rakyat Indonesia, yang merupakan kelanjutan Kongres Rakyat Indonesia. Namun, tuntutan itu langsung redup setelah Jepang menguasai Indonesia.

C. SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928

Sumpah Pemuda berawal dari cita-cita menyatukan organisasi-organisasi pemuda dalam satu forum. Untuk mewujudkan cita-cita itu pada tanggal 30 April 1962, diadakan Kongres Pemuda Indonesia I di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda seperti : Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, dan organisasi pemuda lainnya.

Dalam kongres tersebut Mohammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa persatuan Indonesia.

Pada bulan September 1926, para pemuda mendirikan organisasi bernama Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) di Jakarta. PPPI bertujuan memperjuangkan Indonesia merdeka. Tokoh PPPI antara lain Abdulloh Sigit, Sugondo, Suwiryo, Mohammad Yamin, dan Amir Syarifuddin.

Memasuki tahun 1928, alam politik Indonesia digelorakan oleh semangat persatuan, kebangsaan, keyakinan berdiri sendiri, dan cita-cita Indonesia Merdeka. Dalam suasana itulah, berlangsung Kongres Pemuda Indonesia II, tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres tersebut menghasilkan suatu ikrar yang disebut Sumpah Pemuda.


SUMPAH PEMUDA

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, Tanah Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Suasana persatuan Indonesia dalam kongres itu semakin kuat dengan diperdengarkannya lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf Supratman.

Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 merupakan salah satu puncak pergerakan nasional. Untuk mengenang peristiwa tersebut, setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari sumpah Pemuda.

D. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

Setelah sekian lamanya berada didalam belenggu penjajahan, pada tanggal 17-8-1945 rakyat Indonesia dengan proklamasi menyatakan dirinya bangsa yang merdeka, prolamasi kemerdekaan Indonesia itu dilakukan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan dengan penuh tekad dan keyakinan, dilandasi dan dijiwai oleh suatu cita-cita luhur sebagaimana dirumuskan di dalam pembukaan UUD 1945.

Kemerdekaan yang telah dicapai bangsa Indonesia bukanlah merupakan akhir dari perjuangan. Proklamasi kemerdekaan justru menjadi awal bagi bangsas Indonesia untuk menjalankan kehidupannya sebagai bangsa dan negara. Namun, tidak seperti bayi yang baru lahir yang senantiasa mendapat bimbingan dari kedua orangtuanya, bangsa Indonesia harus belajar sendiri untuk dapat memepertahankan kehidupannya. Negara Indonesia lahir dalam kondisi yang sangat memprihatinkan akibat dari penjajajahan yang telah mencengkeram bangsa Indonesia selama hampir 3,5 abad. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus segera membenahi negaranya agar terbentuk negara yang kuat dan mamapu bertahan dari berbagai ancaman.

Langkah pertama yang dilakukan agar pendiri negara ini adalah membenahi perekonomian dan stabilitas politik untuk mewujudkan persatuan Indonesia. Kini sudah 61 tahun Indonesia merdeka, perjalanan sejarah kita telah mengalami pasang surut, adakalanya negara kita berhasil mencapai prestasi, tetapi sering pula kita mengalami keterpurukan.

E. PROSES TERBENTUKNYA NEGARA DAN PEMERINTAHAN RI

Untuk mengatur kehidupan masyarakat, bangsa dan negara pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD 1945 yang merupakan hasil rancangan Panitia Sembilan yang diketuai Ir. Soekarno. Dengan disahkannya UUD 1945 sebagai Undang-undang negara RI, bangsa Indonesia memiliki landasan dalam mengatur kehidupan masyarakat dan negara. Dalam suatu negara, kepala negara dan kepala pemerintahan sangat diperlukan. Dengan demikian, pada sidang PPKI 18 Agustus 1945 itu dipilih presiden dan wakilnya. Atas usul Otto Iskandardinata, dilakukan pengambilan keputusan secara aklamasi. Dalam sidang tersebut Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
Negara asing pertama yang mengakui kemrdekaan Indonesia adalah Mesir. Dengan demikian Indonesia telah memenuhi syarat berdirinya atau terbentuknya negara dan pemerintahan yang berdaulat. Kemudian setelah membentuk lembaga Presiden kemudian PPKI merancang pembentukan komite nasional yang bertugas memebantu presiden. Komite ini yang melndasi terbentuknya DPR dan MPR.

F. TERJADINYA KRISIS POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN
REFORMASI

Orde lama berlangsung 21 tahun. Sedangkan orde baru terjadi dari tahun 1966-1998. Pada awal orde baru mampu menciptakan tatanan kehidupan bernegara yang baik, pembangunan pun berkembang pesat. Namun dalam perkembangan selanjutnya orde baru banyak melakukan penyimpangan sehingga membuat banyak rakyat merasa kecewa. Kekecewaan rakyat melahirkan ketidakpuasaan sehingga pada akhirnya melahirkan ketidakpuasan sehingga pada akhirnya melahirkan apa yang dinamakan gerakan reformasi. Gerakan itu bertujuan melakukan melakukan pembaharuan disegala bidang . langkah awal gerakan ini datandai dengan penurunan presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. Pergantian pemimpin bangsa dan negara ini adalah sebagai langkah awal, langkah selanjutnya setelah adanya pergantian tersebut diharapkan dapat mengubah bidang-bidang yang lain namun pada waktu itu juga terjadi :

a. Krisis Politik

Pada akhir orde baru, di Indonesia mengalami krisis politik. Terjadinya krisis politik bermula dengan kemenangan mutlak Partai Golongan Karya (Golkar) pada pemilu tahun 1997. Kemenangan mutlak itu menyebabkan Golkar menjadi satu-satunya organisasi politik di Indonesia yang mempunyai kedudukan sebagai mayoritas tunggal (Single Majority). Rakyat merasa tidak puas dengan hasil tersebut, akibatnya rakyat merasa tidak percaya dengan pemerintahan pada saat itu.

b. Krisis ekonomi

krisis ekonomi di Indonesia dimulai dengan terjadinya krisis moneter yang melanda Asia Tenggara pada pertengahan tahun 1997 (bulan juli).

C. Krisis kepercayaan

Krisis ekonomi yang terjadi hampir bersaman waktunya dengan krisis politik menyebabkan keadaan negara bertambah kacau. Antara krisis politik dan ekonomi saling mendukung dan selanjutnya melahirkan krisis kepercayaan. Krisis kepercayaan terjadi, karena rasa ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah, DPR, dan MPR. Krisis kepercayaan ini akhirnya menimbulkan gerakan reformasi.



G. KONDISI KEHIDUPAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL
BUDAYA PADA AWAL KEMERDEKAAN

1. Kondisi Politik

Setelah memeproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, kondisi politik dan keamanan dalm negeri Indonesia masih rawan dan sangat labil. Pengambilan kekuasaan dari tangan tangan Jepang sering menimbulkan bentrokan bersenjata. Situasi ini bertambah parah setelah kedatangan pasukan Sekutu (AFNEI) yang diboncengi tentara NICA (Belanda). Sementara itu, dalam sistem pemerintah dalam negeri mulai berkembang ke arah penyimpangan UUD 1945. hal ini diawali dengan kemenangan kelompok sosialis yang dipimpin oleh Sutan Syahrir dan Amir Syarifudin yang berhasil memebentuk “ Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP).


2. Kondisi Ekonomi

Kondisi perekonomian Indonesia pada awal kemerdekaan sangat parah, untuk mengatasi keadaan ekonomi yang tidak menentu tersebut, pemerintah mengambil kebijaksanaan salah satunya ialah dengan menyelenggarakan konferensi ekonomi dan berhasil menghapus sistem autarki lokal warisan Jepang, kemudian menggantinya dengan sistem sentralisasi.

3. Kondisi Sosial Budaya

sesudah proklamasi kemerdekaan, terjadi perubahan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia. Semula rakyat Indonesia adalah masyarakat kolonial dengan diskriminasi ras sebagai ciri pokoknya. Kemerdekaan telah berhasil menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap seluruh warga negara Indonesia. Pemerintah RI menghapus semua perbedaan perlakuan berdasarkan ras (warna kulit), keturuna, agama dan kepercayaan yang dianut warganya.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN


Berdasarkan hasil pembahasan, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

Kebangkitan bangsa Indonesia ditandai oleh munculnya nasionalisme di negara Indonesia sendiri. Sekarang Nasionalisme tersebut bermakna luas karena mencakup bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Nasionalisme politik : Upaya menggulingkan segala bentuk kolonialisme dan imperialisme, kemudian membangun negara merdeka sendiri.
Nasionalisme ekonomi : Upaya untuk memberantas segala bentuk eksploitasi sumber daya ekonomi, kemudian membangun peerekonomian yang memakmurkan seluruh rakyat.
Nasionalisme sosial : Upaya untuk menyingkirkan pengaruh asing yang merusak dalam rangka membangun kepribadian bangsa yang khas dan mandiri.


B. SARAN-SARAN


Berdasarkan kesimpulan dan hasil pembahasan diatas penulis dapat memberikan saran sebagai berikut :

1. Kita sebagai warga negara Indonesia harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa karena atas izinnya lah kita berhasil mendapatkan kemerdekaan.

2. Marilah kita tegakkan sifat Nasionalisme, karena dengan sifat Nasionalisme kita
Dapat merehabilitasi keadaan Ekonomi, politik dan Sosial budaya di negara kita
Tercinta Indonesia.

3. Kemerdekaan yang kita peroleh dengan susah payah seharusnya kita isi dengan
Belajar giat, karena Nasionalisme berawal dari kalangan terpelajar yang
Memepelopori awal Kebangkitan Nasional.

4. Kita wajib mencontoh semangat para pejuang dalam merebut kemerdekaan.

DAFTAR PUSTAKA

Matroji, 2000, IPS Sejarah untuk SLTP kelas 2, Jakarta : Erlangga

Marwati, 1984, Sejarah Nasional Indonesia Jilid III-VI, Jakarta : Balai Pustaka

Siswanto. 2002, Sejarah 3a SMA, Jakarta Selatan : Sunda Kelapa

5.09.2009

Perkembangan Ketatanegaraan Indonesia

2 comments    
categories: 
Perkembangan Ketatanegaraan Indonesia
Mulai Tahun 1945 – Sekarang

NO. Periode Bentuk Negara Bentuk Pemerintahan Sistem Pemerintahan

1. Berlaku UUD 1945
( 17 Agustus 1945 s.d 27 Desember 1949 ) Kesatuan Republik Kabinet Presidensial
2. Konstitusi RIS
(27 Desember 1949 s.d 17 Agustus 1950 ) Federal/ Serikat Uni Republik Kabinet Parlementer
3. UUD Sementara 1950
(17 Agustus 1950 s.d 5 Juli 1959 ) Kesatuan Republik Kabinet Parlementer
4. Berlaku kembali UUD 1945
( 5 Juli 1959 s.d sekarang ) Kesatuan Kabinet Presidensial
5. Orde Lama
( 5 Juli 1959 s.d 11 Maret 1966 ) Kesatuan Republik Kabinet Presidensial
(Demokrasi Terpimpin)
6. Orde Baru
( 11 Maret1966 s.d 1998 ) Kesatuan Republik Kabinet Presidensial
(Demokrasi Pancasila)
7. Orde Reformasi
( 1998 s.d sekarang ) Kesatuan Republik Kabinet Presidensial
1. B. J Habibie
( 21 mei 1998 s.d Oktober 1999 )
2. Abdurrahman Wahid
(20 Oktober 1999 s.d 23 Juli 2001)
3. Megawati Soekarno Putri
(23 Juli 2001 s.d Juli 2006)
4. Susilo Bambang Yudoyono
(Juli 2006 s.d sekarang)