Sunday, 10 May 2009

SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL

“MAKALAH”

SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL
GURU PEMBIMBING : ABDURAJI

DISUSUN
OLEH
NAMA :
1. ANIS NUR YASMINE
2. ANISATIANI
3. ESTI NORPRIYANTI
4. DWI SISKA PRATIWI


KELAS : XI IPA 1

DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS DARI MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

SMA NEGERI 1 TAMIANG LAYANG
KABUPATEN BARITO TIMUR
2006




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “Sejarah Kebangkitan Nasional” yang merupakan salah satu tugas dari mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Dalam makalah ini kami menguraikan tentang sejarah Indonesia, bagaimana rakyat Indonesia bangkit melawan penjajahan dengan cara melalui pendidikan yang di pelopori oleh kalangan terdidik atu golongan terpelajar. Golongan terpelajarlah yang kemudian mempolopori kebangkitan nasional di Indonesia pada awal abad ke-20.
Dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Abduraji yang telah memberikan bantuan dan kebijaksanaan kepada penulis sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini.
Akhirnya dengan penuh rasa syukur penulis berharap semoga tulisan yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi pembaca.



Tamiang Layang, September 2006



Penulis


DAFTAR ISI

Halaman
JUDUL MAKALAH……………………………………………….................... 1
KATA PENGANTAR………………………………………………………….. 2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………. 3


BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………. 4
A. LATAR BELAKANG…………………………………………….. 4
B. TUJUAN DAN KEGUNAAN MAKALAH………………………. 4
C. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN……………………………. 4

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………. 5
A. LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA…………………… 5
B. PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA.. 8
C. SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928………………………… 9
D. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA………………… 10
E. PROSES TERBENTUKNYA NEGARA DAN PEMERINTAH RI… 10
F. TERJADINYA KRISIS POLITIK,EKONOMI,SOSIAL DAN
REFORMASI………………………………………………………… 11
G. KONDISI KEHIDUPAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL BUDAYA
PADA AWAL KEMERDEKAAN………………………………. .11
BAB III PENUTUP.....................13
A. KESIMPULAN………………………………………………………. 13
B. SARAN-SARAN……………………………………………………..14


DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Lembaga pendidikan formal sekolah merupakan salah satu tempat berlangsungnya proses belajar mengajar yang diusahakan dengan sengaja untuk menyajikan pengalaman bagi siswa supaya mereka dapat tumbuh dan berkembang menuju tingkat kedewasaan.

Terselenggaranya pendidikan baik oleh pemerintah kolonial maupun perguruan kebangsaan Indonesia telah melahirkan kalangan terpelajar yang peduli dan sadar akan nasib bangsanya. Kita sebagai generasi penerus harus mencontoh bagaimana para pejuang, para pemimpin awal bangsa ini yang giat menuntut ilmu melalui pendidikan yang melahirkan pemikir-pemikir handal dalam masa kebangkitan nasional.

Karena itulah kami memilih membuat makalah tentang “Kebangkitan Nasional”. Agar kita semua sadar betapa gigihnya dan sulitnya para pejuang kita merebut kemerdekaan, agar kita sadar akan pentingnya sebuah kemerdekaan, yang semestinya kita isi dengan belajar giat, melestarikan alam dan menjaga lingkungan, agar kemerdekaan itu menjadi bermakna.

B. TUJUAN DAN KEGUNAAN MAKALAH

Tujuan kami dalam pembuatan makalah ini adalah :

1. Mengetahui bahwa kemerdekaan itu didapat dengan susah payah.
2. mengetahui bagaimana usaha para pahlawan pendidikan dalam meraih kemerdekaan.


Kegunaan pembuatan makalah ini adalah :

1. Agar kita menyadari betapa pentingnya sebuah kemerdekaan.
2. Kita dapat mencontoh para pejuang yang gigih mendapatkan kemerdekaan.

C. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN

Guna menghindari kesalahan pengertian dan kesalahan menafsirkan makna yang terkandung dalam makalah ini penulis memandang perlu untuk memberikan batasan atau ruang lingkup terhadap masalah yang di bahas. Ruang lingkup masalah yang dimaksud adalah sebagaimana yang dikemukakan sebagai berikut :

1. Makalah ini dibuat berdasarkan sumber-sumber dari buku-buku pelajaran dan buku-buku referensi tentang Kebangkitan Nasional.
2. Makalah ini tidak hanya mencakup tentang Kebangkitan Nasional, tetapi juga mencakup tentang Kemerdekaan Republik Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

A. LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA

Nasionalisme Indonesi tumbuh pertama kali di kalangan terpelajar. Latar belakang kesadaran akan nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut.

Kalangan terpelajar dari berbagai daerah menyadari nasib sama sebagai jajahan Belanda
Nasib sama itu lebih lanjut memunculkan tekad untuk merdeka sebagai satu bangsa.
Upaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia menghadapi kendala amat berat sebagai berikut.

Pengaruh politik kolonialisme Belanda sudah tertanam lama dan dalam di tengah masyarakat Indonesia.
Tidak semua masyarakat Indonesia mau merdeka, terutama yang merasakan keuntungan dari pemerintah kolonial.
Sebagian besar masyarakat belum menyadari sebagai satu bangsa. Mereka masih terikat pada daerah masing-masing.

Menghadapi kendala berat itu, kalangan terpelajar bertekad untuk tanpa kenal lelah menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa. Untuk menemukan cara yang tetap, mereka mempelajari berbagai buku mengenai demokrasi dan nasionalisme yang tumbuh di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika. Dan belajar dan mengamati itu, kalangan terpelajar memutuskan untuk membentuk organisasi kebangsaan ( organisasi yang melepaskan diri dari sifat-sifat kedaerahan ).
Tumbuhnya berbagai organisasi kebangsaan menandai masa baru dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Masa baru ini dikenal sebagai masa Kebangkitan Nasional. Organisasi kebangsaan ini berciri modern, artinya memiliki tujuan, pengurus, dan aturan yang jelas.

B. PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA

Pada mulanya, organisasi kebangsaan bercorak sosial, budaya, ekonomi dan agama. Barulah sejak tahun 1912, organisasi kebangsaan bercorak poilitik dengan tujuan utama INDONESIA MERDEKA.

1. BUDI UTOMO
Berdirinya Budi Utomo dirintis oleh upaya Dr. Wahidin Sudirohusodo mengumpulkan dana pendidikan Bumiputera.
Budi Utomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Tanggal ini dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Tokoh pendirinya adalah para mahasiswa STOVIA, seperti Soetomo, Gunawan, Cipto Mangunkusomo, dan R.T.Ariyo Tirto kusumo.
Pada mulanya, Budi Utomo bukan organisasi politik, kegiatannya terpusat pada bidang sosial budaya. Sejak tahun 1915, Budi Utomo mulai bergerak di bidang politik.
Pada tahun 1929, Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia).
Pada tahun 1935, Budi Utomo bergabung dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) yang dipimpin oleh Soetomo. Penggabungan (Fusi)
Itu membentuk organisasi baru bernama Parindra (Partai Indonesia Raya).


2. SAREKAT ISLAM (SI)
Pada tahun 1909, Kyai Haji Samanhadi, sudagar batik dari Solo, mendirikan Sarekat Dagang Islam.
Tujuan Organisasi adalah membela kepentingan pedaganf Islam dari ancaman dan dominasi pedagang Cina, serta meningkatkan pengalaman ajaran Islam di antara para anggota.
Pada tahun 1921, Sarekat Dagang Islam berubah nama menjadi Sarekat Islam (SI). Perubahan nama itu di ikuti dengan perluasan tujuan, yakni melawan segala bentuk penindasan dan dominasi rasional.
Tokoh SI antara lain Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, Abdul Moeis, dan Suryopranoto,
Sejak tahun1917, terjadi perpecahan di tubuh SI, dengan adanya SI Putih yang tetap setia kepada garis organisasi SI dan SI Merah yang cenderung ke arah sosialis-komunis. Akhirnya, pada tahun 1921, Si Merah memisahkan diri menjadi Partai Komunis Indonesia.

3. INDISCHE PARTIJ

Indische Partij (IP) didirikan pada tahun 1912 di kota Bandung oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).
IP bertujuan menyatukan semua golongan masyarakat Indonesia, yaitu Indonesia asli, keturunan Cina, dan arab, dalam semangat Nasionalisme menuju Indonesia merdeka. Dengan tujuannya itu IP menempatkan diri sebagai organisasi politik pertama di Indonesia.
Pada tahun 1913, Ip dinyatakan sebagai partai terlarang. Larangan tersebut turut dilatarbelakangi oleh tulisan Suwardi Suryaningrat berjudul Als Ik een Nederlander was (jika saya seorang Belanda) sebagai reaksi terhadap peringatan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari penjajahan Prancis. Secara tajam tulisan itu menyindir tindakan pemerintah kolonial mewajibkan bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan bangsa yang menjajahnya.
Sebagai tindak lanjut pelarangan IP, tiga serangkai ditangkap dan diasingkan ke Belanda.

4. MUHAMMADIYAH

Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan.
Muhammmadiyah bertujuan untuk mengembangkan ajaran agama Islam, memeberantas kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang benar.
Meskipun tidak menempuh jalur politik, Muhammadiyah mampu menarik banyak pendukung.Muhammadiyah amat berperan dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

5. PERHIMPUNAN INDONESIA

Perhimpunan Indonesia (PI) berasal dari Organisasi pelajar Indonesia bernama Indische Vereeniging. Organisasi itu didirikan pada tahun 1908 sebagai forum komunikasi di antara para pelajar Indonesia yang merantau di luar negeri.
Pada tahun 1925, Indonesische Vereeniging berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia(PI).
Tokoh PI antara lain Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, Sastro Mulyono, dan Sartono.
PI bergabung dengan liga antiimperialisme dan penindasan kolonial. Dalam kongre liga pada tahun 1926 di Prancis, Hatta secara tegas menyuarakan tuntutan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1927, PI keluar dari liga, setelah kaum komunis mendominasi liga tersebut.
Pada tanggal 10 Juni 1926, Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, dan Nazir Pamuncak ditangkap, dengan tuduhan menghasut pemberontokan melawan pemerintah.Sebelum sidang pengadilan setahun kemudian , keempatnya dibebaskan. Sejak saat itu, gerak-gerik PI diawasi dengan ketat.

6. PARTAI KOMUNIS INDONESIA

Partai Komunis Indonesia berdiri pada tanggal 23 Mei 1920. Dalam melaksanakan programnya, PKI berpegang teguh pada kebijakan Komintern (Komunis Internasional). Seuai dengan kebikjakan Komintern, PKI menyusup ke dalam partai lain, terutama Sarekat Islam.
Akibat ulah PKI SI terpecah menjadi dua kubu. SI Merah (julukan untuk SI Prokomunis) dan SI Putih (julukan untuk SI Nonkomunis). Akhirnya aturan disiplin SI, mengharuskan SI Merah keluar dari SI. Peristiwa pada tahun 1921 itu menandai berdirinya PKI sebagai organisasi politik yang berdiri sendiri.
Untuk membentuk organisasi massa yang kuat, PKI melakukan propaganda terhadap kalangan bawah, terutama kaum buruh. Dengan sifat revolusionernya, PKI mamapu memperoleh dukungan dalam waktu cepat.
Kemajuan pesat itu terrnyata membuat PKI lupa diri karena membawa PKI pada keputusan untuk menggalang pemberontakan terhadap pemerintah kolonial
Pada tanggal 13 November 1926, pemberontakan PKI meletus. Pemberontakan berupa pemogokan dan kerusuhan di Batavia, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, tetapi pemberontakan tersebut dapat ditumpas dalam waktu singkat.


7. PARTAI NASIONAL INDONESIA (PNI)

PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung di bawah pimpinan Ir. Soekarno.
PNI bertujuan mencapai Indonesia merdeka dengan usaha sendiri. Ideologi PNI disebut Marhaenisme.
Dalam propogandanya, PNI langsung menyoroti berbagai bentuk ketidakadilan dan penindasan akibat kolonialisme Belanda.
PNI juga mengadakan kegiatan konkret untuk membangun kesejahteraan rakyat di bidang ekonomi, sosial, dan politik.
Khawatir akan perkembangan nasionalisme di kalangan rakyat, pemerintah kolonial menangkap para tokoh PNI seperti Soekarno, Maskoen, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata. Mereka dituduh menyulut kekacauan dan pemberontakan.
Akhirnya sidang pengadilan Kolonial (Landraad) menjatuhkan hukuman penjara kepada para pemimpin PNI.

8. PERSATUAN BANGSA INDONESIA

PBI berawal dari kelompok belajar bernama Indonesische Studie Club. Kelompok ini didirikan oleh Dr. Sutomo di Surabaya, pada tahun 1924. Pada bulan November 1930, kelompok itu berubah menjadi PBI.
Kegiatan PBI menitikberatkan pada usaha memperbaiki kesejahteraan rakyat. Salah satunya mendirikan rukun tani. Rukun tani itu terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan petani.Keberhasilan itu mengundang banyak dukungan terhadap PBI sehingga gerak-gerik organisasi itu mulai diawasi pemerintah kolonial.
Kegiatan PBI selanjutnya menggalakkan koperasi, memebentuk serikat kerja, dan meningkatkan pengajaran dan pendidikan rakyat.
Pada tahun 1935, PBI dan Budi Utomo bergabung membentuk Parindra.


9. GABUNGAN POLITIK INDONESIA (GAPI)

GAPI didirikan pada tanggal 21 mei 1939 di Jakarta. Sebagai forum komunikasi antar partai, GAPI tetap memberi kebebasan bagi partai untuk bergerak sesuai program masing-masing.
Tokoh GAPI antara lain Muhammad Husni Thamrin, Amir Syarifudin, dan Abikusno Cokrosuyoso.
Untuk melaksanakan aksinya, GAPI mengadakan Kongres Rakyat Indonesia, tanggal 25 Desember 1939. Keputusan penting dari kongres tersebut antara lain penetapan bendera merah putih sebagai bendera kebangsaan dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kebangsaan.
Saat Perang Dunia II meletus , GAPI mengeluarkan resolusi kepada ratu Belanda , perlemen Belanda , gubernur jenderal Hindia Belanda , dan Volksraat ( dewan rakyat Hindia Belanda yang dibentuk pada tahun 1914 ). Resolusi itu menuntut penggantian Volksraat dengan perlemen sejati yang anggotannya dipilih oleh rakyat dan menuntut perubahan ketatanegaraan Indonesia.
Menjelang kedatangan Jepang, tuntutan GAPI semakin gencar melalui pembentukan Majelis Rakyat Indonesia, yang merupakan kelanjutan Kongres Rakyat Indonesia. Namun, tuntutan itu langsung redup setelah Jepang menguasai Indonesia.

C. SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928

Sumpah Pemuda berawal dari cita-cita menyatukan organisasi-organisasi pemuda dalam satu forum. Untuk mewujudkan cita-cita itu pada tanggal 30 April 1962, diadakan Kongres Pemuda Indonesia I di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda seperti : Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, dan organisasi pemuda lainnya.

Dalam kongres tersebut Mohammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa persatuan Indonesia.

Pada bulan September 1926, para pemuda mendirikan organisasi bernama Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) di Jakarta. PPPI bertujuan memperjuangkan Indonesia merdeka. Tokoh PPPI antara lain Abdulloh Sigit, Sugondo, Suwiryo, Mohammad Yamin, dan Amir Syarifuddin.

Memasuki tahun 1928, alam politik Indonesia digelorakan oleh semangat persatuan, kebangsaan, keyakinan berdiri sendiri, dan cita-cita Indonesia Merdeka. Dalam suasana itulah, berlangsung Kongres Pemuda Indonesia II, tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres tersebut menghasilkan suatu ikrar yang disebut Sumpah Pemuda.


SUMPAH PEMUDA

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, Tanah Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Suasana persatuan Indonesia dalam kongres itu semakin kuat dengan diperdengarkannya lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf Supratman.

Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 merupakan salah satu puncak pergerakan nasional. Untuk mengenang peristiwa tersebut, setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari sumpah Pemuda.

D. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

Setelah sekian lamanya berada didalam belenggu penjajahan, pada tanggal 17-8-1945 rakyat Indonesia dengan proklamasi menyatakan dirinya bangsa yang merdeka, prolamasi kemerdekaan Indonesia itu dilakukan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan dengan penuh tekad dan keyakinan, dilandasi dan dijiwai oleh suatu cita-cita luhur sebagaimana dirumuskan di dalam pembukaan UUD 1945.

Kemerdekaan yang telah dicapai bangsa Indonesia bukanlah merupakan akhir dari perjuangan. Proklamasi kemerdekaan justru menjadi awal bagi bangsas Indonesia untuk menjalankan kehidupannya sebagai bangsa dan negara. Namun, tidak seperti bayi yang baru lahir yang senantiasa mendapat bimbingan dari kedua orangtuanya, bangsa Indonesia harus belajar sendiri untuk dapat memepertahankan kehidupannya. Negara Indonesia lahir dalam kondisi yang sangat memprihatinkan akibat dari penjajajahan yang telah mencengkeram bangsa Indonesia selama hampir 3,5 abad. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus segera membenahi negaranya agar terbentuk negara yang kuat dan mamapu bertahan dari berbagai ancaman.

Langkah pertama yang dilakukan agar pendiri negara ini adalah membenahi perekonomian dan stabilitas politik untuk mewujudkan persatuan Indonesia. Kini sudah 61 tahun Indonesia merdeka, perjalanan sejarah kita telah mengalami pasang surut, adakalanya negara kita berhasil mencapai prestasi, tetapi sering pula kita mengalami keterpurukan.

E. PROSES TERBENTUKNYA NEGARA DAN PEMERINTAHAN RI

Untuk mengatur kehidupan masyarakat, bangsa dan negara pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD 1945 yang merupakan hasil rancangan Panitia Sembilan yang diketuai Ir. Soekarno. Dengan disahkannya UUD 1945 sebagai Undang-undang negara RI, bangsa Indonesia memiliki landasan dalam mengatur kehidupan masyarakat dan negara. Dalam suatu negara, kepala negara dan kepala pemerintahan sangat diperlukan. Dengan demikian, pada sidang PPKI 18 Agustus 1945 itu dipilih presiden dan wakilnya. Atas usul Otto Iskandardinata, dilakukan pengambilan keputusan secara aklamasi. Dalam sidang tersebut Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
Negara asing pertama yang mengakui kemrdekaan Indonesia adalah Mesir. Dengan demikian Indonesia telah memenuhi syarat berdirinya atau terbentuknya negara dan pemerintahan yang berdaulat. Kemudian setelah membentuk lembaga Presiden kemudian PPKI merancang pembentukan komite nasional yang bertugas memebantu presiden. Komite ini yang melndasi terbentuknya DPR dan MPR.

F. TERJADINYA KRISIS POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN
REFORMASI

Orde lama berlangsung 21 tahun. Sedangkan orde baru terjadi dari tahun 1966-1998. Pada awal orde baru mampu menciptakan tatanan kehidupan bernegara yang baik, pembangunan pun berkembang pesat. Namun dalam perkembangan selanjutnya orde baru banyak melakukan penyimpangan sehingga membuat banyak rakyat merasa kecewa. Kekecewaan rakyat melahirkan ketidakpuasaan sehingga pada akhirnya melahirkan ketidakpuasan sehingga pada akhirnya melahirkan apa yang dinamakan gerakan reformasi. Gerakan itu bertujuan melakukan melakukan pembaharuan disegala bidang . langkah awal gerakan ini datandai dengan penurunan presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. Pergantian pemimpin bangsa dan negara ini adalah sebagai langkah awal, langkah selanjutnya setelah adanya pergantian tersebut diharapkan dapat mengubah bidang-bidang yang lain namun pada waktu itu juga terjadi :

a. Krisis Politik

Pada akhir orde baru, di Indonesia mengalami krisis politik. Terjadinya krisis politik bermula dengan kemenangan mutlak Partai Golongan Karya (Golkar) pada pemilu tahun 1997. Kemenangan mutlak itu menyebabkan Golkar menjadi satu-satunya organisasi politik di Indonesia yang mempunyai kedudukan sebagai mayoritas tunggal (Single Majority). Rakyat merasa tidak puas dengan hasil tersebut, akibatnya rakyat merasa tidak percaya dengan pemerintahan pada saat itu.

b. Krisis ekonomi

krisis ekonomi di Indonesia dimulai dengan terjadinya krisis moneter yang melanda Asia Tenggara pada pertengahan tahun 1997 (bulan juli).

C. Krisis kepercayaan

Krisis ekonomi yang terjadi hampir bersaman waktunya dengan krisis politik menyebabkan keadaan negara bertambah kacau. Antara krisis politik dan ekonomi saling mendukung dan selanjutnya melahirkan krisis kepercayaan. Krisis kepercayaan terjadi, karena rasa ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah, DPR, dan MPR. Krisis kepercayaan ini akhirnya menimbulkan gerakan reformasi.



G. KONDISI KEHIDUPAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL
BUDAYA PADA AWAL KEMERDEKAAN

1. Kondisi Politik

Setelah memeproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, kondisi politik dan keamanan dalm negeri Indonesia masih rawan dan sangat labil. Pengambilan kekuasaan dari tangan tangan Jepang sering menimbulkan bentrokan bersenjata. Situasi ini bertambah parah setelah kedatangan pasukan Sekutu (AFNEI) yang diboncengi tentara NICA (Belanda). Sementara itu, dalam sistem pemerintah dalam negeri mulai berkembang ke arah penyimpangan UUD 1945. hal ini diawali dengan kemenangan kelompok sosialis yang dipimpin oleh Sutan Syahrir dan Amir Syarifudin yang berhasil memebentuk “ Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP).


2. Kondisi Ekonomi

Kondisi perekonomian Indonesia pada awal kemerdekaan sangat parah, untuk mengatasi keadaan ekonomi yang tidak menentu tersebut, pemerintah mengambil kebijaksanaan salah satunya ialah dengan menyelenggarakan konferensi ekonomi dan berhasil menghapus sistem autarki lokal warisan Jepang, kemudian menggantinya dengan sistem sentralisasi.

3. Kondisi Sosial Budaya

sesudah proklamasi kemerdekaan, terjadi perubahan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia. Semula rakyat Indonesia adalah masyarakat kolonial dengan diskriminasi ras sebagai ciri pokoknya. Kemerdekaan telah berhasil menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap seluruh warga negara Indonesia. Pemerintah RI menghapus semua perbedaan perlakuan berdasarkan ras (warna kulit), keturuna, agama dan kepercayaan yang dianut warganya.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN


Berdasarkan hasil pembahasan, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

Kebangkitan bangsa Indonesia ditandai oleh munculnya nasionalisme di negara Indonesia sendiri. Sekarang Nasionalisme tersebut bermakna luas karena mencakup bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Nasionalisme politik : Upaya menggulingkan segala bentuk kolonialisme dan imperialisme, kemudian membangun negara merdeka sendiri.
Nasionalisme ekonomi : Upaya untuk memberantas segala bentuk eksploitasi sumber daya ekonomi, kemudian membangun peerekonomian yang memakmurkan seluruh rakyat.
Nasionalisme sosial : Upaya untuk menyingkirkan pengaruh asing yang merusak dalam rangka membangun kepribadian bangsa yang khas dan mandiri.


B. SARAN-SARAN


Berdasarkan kesimpulan dan hasil pembahasan diatas penulis dapat memberikan saran sebagai berikut :

1. Kita sebagai warga negara Indonesia harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa karena atas izinnya lah kita berhasil mendapatkan kemerdekaan.

2. Marilah kita tegakkan sifat Nasionalisme, karena dengan sifat Nasionalisme kita
Dapat merehabilitasi keadaan Ekonomi, politik dan Sosial budaya di negara kita
Tercinta Indonesia.

3. Kemerdekaan yang kita peroleh dengan susah payah seharusnya kita isi dengan
Belajar giat, karena Nasionalisme berawal dari kalangan terpelajar yang
Memepelopori awal Kebangkitan Nasional.

4. Kita wajib mencontoh semangat para pejuang dalam merebut kemerdekaan.

DAFTAR PUSTAKA

Matroji, 2000, IPS Sejarah untuk SLTP kelas 2, Jakarta : Erlangga

Marwati, 1984, Sejarah Nasional Indonesia Jilid III-VI, Jakarta : Balai Pustaka

Siswanto. 2002, Sejarah 3a SMA, Jakarta Selatan : Sunda Kelapa

9 comments:

  1. SALAM, APA KABAR ? Alhamdulillah saya telah mengunjungi Blog Anda, intinya thema dan uraian materinya sangat bagus. Nah, tidak ada salahnya jika tulisan-tulisan Anda juga untuk dituangkan dalam Jurnal Ilmiyah, dengan beberapa alasan. SUATU HAL YANG SULIT DIPUNGKIRI DENGAN LUASNYA WILAYAH NKRI + ASEAN SANGAT MUNGKIN DATA SEJARAH TERKAIT KEBERADAAN :
    PERAN AKTIF TOKOH/TEUNGKU/TUAN GURU/ AJEUNGAN
    LEMBAGA PENDIDIKAN (Mis. PESANTREN, DAYAH, SURAU, MADRASAH)
    KESULTANAN
    MASJID
    KEMARITIMAN (Jaringan Sungai, Pelabuhan, dsb)
    MAKAM
    ISTANA
    NASKAH/MANUSKRIP
    TATARUANG KOTA
    KERAJINAN (gerabah, batik, Kaligrafi, seni pentas, senjata, logam, keramik, dll)
    Masing-masing tersebut di atas BELUM BANYAK TERUNGKAP. (Pilih salah satu saja)
    Jurnal Ilmiyah KALIJAGA dengan izin terbit ISSN no.2302-6758, (focus Sejarah Kebudayaan & Peradaban Islam di Asia Tenggara) selalu setia menunggu Makalah dan/ atau hasil penelitian dari para PEMERHATI, PENELITI, DOSEN, GURU Pengampu materi SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM. Andai sudah ditulis tolong kirim via email : jurnalkalijaga@ymail.com.
    Untuk membangun kebersamaan, tolong disampaikan kpd segenap teman yang lain. Jazakumullah kheir khoiral jaza’. Tks

    ReplyDelete
  2. SALAM, APA KABAR ? Alhamdulillah saya telah mengunjungi Blog Anda, intinya thema dan uraian materinya sangat bagus. Nah, tidak ada salahnya jika tulisan-tulisan Anda juga untuk dituangkan dalam Jurnal Ilmiyah, dengan beberapa alasan. SUATU HAL YANG SULIT DIPUNGKIRI DENGAN LUASNYA WILAYAH NKRI + ASEAN SANGAT MUNGKIN DATA SEJARAH TERKAIT KEBERADAAN :
    PERAN AKTIF TOKOH/TEUNGKU/TUAN GURU/ AJEUNGAN
    LEMBAGA PENDIDIKAN (Mis. PESANTREN, DAYAH, SURAU, MADRASAH)
    KESULTANAN
    MASJID
    KEMARITIMAN (Jaringan Sungai, Pelabuhan, dsb)
    MAKAM
    ISTANA
    NASKAH/MANUSKRIP
    TATARUANG KOTA
    KERAJINAN (gerabah, batik, Kaligrafi, seni pentas, senjata, logam, keramik, dll)
    Masing-masing tersebut di atas BELUM BANYAK TERUNGKAP. (Pilih salah satu saja)
    Jurnal Ilmiyah KALIJAGA dengan izin terbit ISSN no.2302-6758, (focus Sejarah Kebudayaan & Peradaban Islam di Asia Tenggara) selalu setia menunggu Makalah dan/ atau hasil penelitian dari para PEMERHATI, PENELITI, DOSEN, GURU Pengampu materi SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM. Andai sudah ditulis tolong kirim via email : jurnalkalijaga@ymail.com.
    Untuk membangun kebersamaan, tolong disampaikan kpd segenap teman yang lain. Jazakumullah kheir khoiral jaza’. Tks

    ReplyDelete
  3. SALAM, APA KABAR ? Alhamdulillah saya telah mengunjungi Blog Anda, intinya thema dan uraian materinya sangat bagus. Nah, tidak ada salahnya jika tulisan-tulisan Anda juga untuk dituangkan dalam Jurnal Ilmiyah, dengan beberapa alasan. SUATU HAL YANG SULIT DIPUNGKIRI DENGAN LUASNYA WILAYAH NKRI + ASEAN SANGAT MUNGKIN DATA SEJARAH TERKAIT KEBERADAAN :
    PERAN AKTIF TOKOH/TEUNGKU/TUAN GURU/ AJEUNGAN
    LEMBAGA PENDIDIKAN (Mis. PESANTREN, DAYAH, SURAU, MADRASAH)
    KESULTANAN
    MASJID
    KEMARITIMAN (Jaringan Sungai, Pelabuhan, dsb)
    MAKAM
    ISTANA
    NASKAH/MANUSKRIP
    TATARUANG KOTA
    KERAJINAN (gerabah, batik, Kaligrafi, seni pentas, senjata, logam, keramik, dll)
    Masing-masing tersebut di atas BELUM BANYAK TERUNGKAP. (Pilih salah satu saja)
    Jurnal Ilmiyah KALIJAGA dengan izin terbit ISSN no.2302-6758, (focus Sejarah Kebudayaan & Peradaban Islam di Asia Tenggara) selalu setia menunggu Makalah dan/ atau hasil penelitian dari para PEMERHATI, PENELITI, DOSEN, GURU Pengampu materi SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM. Andai sudah ditulis tolong kirim via email : jurnalkalijaga@ymail.com.
    Untuk membangun kebersamaan, tolong disampaikan kpd segenap teman yang lain. Jazakumullah kheir khoiral jaza’. Tks

    ReplyDelete
  4. SALAM, APA KABAR ? Alhamdulillah saya telah mengunjungi Blog Anda, intinya thema dan uraian materinya sangat bagus. Nah, tidak ada salahnya jika tulisan-tulisan Anda juga untuk dituangkan dalam Jurnal Ilmiyah, dengan beberapa alasan. SUATU HAL YANG SULIT DIPUNGKIRI DENGAN LUASNYA WILAYAH NKRI + ASEAN SANGAT MUNGKIN DATA SEJARAH TERKAIT KEBERADAAN :
    PERAN AKTIF TOKOH/TEUNGKU/TUAN GURU/ AJEUNGAN
    LEMBAGA PENDIDIKAN (Mis. PESANTREN, DAYAH, SURAU, MADRASAH)
    KESULTANAN
    MASJID
    KEMARITIMAN (Jaringan Sungai, Pelabuhan, dsb)
    MAKAM
    ISTANA
    NASKAH/MANUSKRIP
    TATARUANG KOTA
    KERAJINAN (gerabah, batik, Kaligrafi, seni pentas, senjata, logam, keramik, dll)
    Masing-masing tersebut di atas BELUM BANYAK TERUNGKAP. (Pilih salah satu saja)
    Jurnal Ilmiyah KALIJAGA dengan izin terbit ISSN no.2302-6758, (focus Sejarah Kebudayaan & Peradaban Islam di Asia Tenggara) selalu setia menunggu Makalah dan/ atau hasil penelitian dari para PEMERHATI, PENELITI, DOSEN, GURU Pengampu materi SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM. Andai sudah ditulis tolong kirim via email : jurnalkalijaga@ymail.com.
    Untuk membangun kebersamaan, tolong disampaikan kpd segenap teman yang lain. Jazakumullah kheir khoiral jaza’. Tks

    ReplyDelete
  5. SALAM, APA KABAR ? Alhamdulillah saya telah mengunjungi Blog Anda, intinya thema dan uraian materinya sangat bagus. Nah, tidak ada salahnya jika tulisan-tulisan Anda juga untuk dituangkan dalam Jurnal Ilmiyah, dengan beberapa alasan. SUATU HAL YANG SULIT DIPUNGKIRI DENGAN LUASNYA WILAYAH NKRI + ASEAN SANGAT MUNGKIN DATA SEJARAH TERKAIT KEBERADAAN :
    PERAN AKTIF TOKOH/TEUNGKU/TUAN GURU/ AJEUNGAN
    LEMBAGA PENDIDIKAN (Mis. PESANTREN, DAYAH, SURAU, MADRASAH)
    KESULTANAN
    MASJID
    KEMARITIMAN (Jaringan Sungai, Pelabuhan, dsb)
    MAKAM
    ISTANA
    NASKAH/MANUSKRIP
    TATARUANG KOTA
    KERAJINAN (gerabah, batik, Kaligrafi, seni pentas, senjata, logam, keramik, dll)
    Masing-masing tersebut di atas BELUM BANYAK TERUNGKAP. (Pilih salah satu saja)
    Jurnal Ilmiyah KALIJAGA dengan izin terbit ISSN no.2302-6758, (focus Sejarah Kebudayaan & Peradaban Islam di Asia Tenggara) selalu setia menunggu Makalah dan/ atau hasil penelitian dari para PEMERHATI, PENELITI, DOSEN, GURU Pengampu materi SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM. Andai sudah ditulis tolong kirim via email : jurnalkalijaga@ymail.com.
    Untuk membangun kebersamaan, tolong disampaikan kpd segenap teman yang lain. Jazakumullah kheir khoiral jaza’. Tks

    ReplyDelete
  6. SALAM, APA KABAR ? Alhamdulillah saya telah mengunjungi Blog Anda, intinya thema dan uraian materinya sangat bagus. Nah, tidak ada salahnya jika tulisan-tulisan Anda juga untuk dituangkan dalam Jurnal Ilmiyah, dengan beberapa alasan. SUATU HAL YANG SULIT DIPUNGKIRI DENGAN LUASNYA WILAYAH NKRI + ASEAN SANGAT MUNGKIN DATA SEJARAH TERKAIT KEBERADAAN :
    PERAN AKTIF TOKOH/TEUNGKU/TUAN GURU/ AJEUNGAN
    LEMBAGA PENDIDIKAN (Mis. PESANTREN, DAYAH, SURAU, MADRASAH)
    KESULTANAN
    MASJID
    KEMARITIMAN (Jaringan Sungai, Pelabuhan, dsb)
    MAKAM
    ISTANA
    NASKAH/MANUSKRIP
    TATARUANG KOTA
    KERAJINAN (gerabah, batik, Kaligrafi, seni pentas, senjata, logam, keramik, dll)
    Masing-masing tersebut di atas BELUM BANYAK TERUNGKAP. (Pilih salah satu saja)
    Jurnal Ilmiyah KALIJAGA dengan izin terbit ISSN no.2302-6758, (focus Sejarah Kebudayaan & Peradaban Islam di Asia Tenggara) selalu setia menunggu Makalah dan/ atau hasil penelitian dari para PEMERHATI, PENELITI, DOSEN, GURU Pengampu materi SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM. Andai sudah ditulis tolong kirim via email : jurnalkalijaga@ymail.com.
    Untuk membangun kebersamaan, tolong disampaikan kpd segenap teman yang lain. Jazakumullah kheir khoiral jaza’. Tks

    ReplyDelete
  7. SALAM, APA KABAR ? Alhamdulillah saya telah mengunjungi Blog Anda, intinya thema dan uraian materinya sangat bagus. Nah, tidak ada salahnya jika tulisan-tulisan Anda juga untuk dituangkan dalam Jurnal Ilmiyah, dengan beberapa alasan. SUATU HAL YANG SULIT DIPUNGKIRI DENGAN LUASNYA WILAYAH NKRI + ASEAN SANGAT MUNGKIN DATA SEJARAH TERKAIT KEBERADAAN :
    PERAN AKTIF TOKOH/TEUNGKU/TUAN GURU/ AJEUNGAN
    LEMBAGA PENDIDIKAN (Mis. PESANTREN, DAYAH, SURAU, MADRASAH)
    KESULTANAN
    MASJID
    KEMARITIMAN (Jaringan Sungai, Pelabuhan, dsb)
    MAKAM
    ISTANA
    NASKAH/MANUSKRIP
    TATARUANG KOTA
    KERAJINAN (gerabah, batik, Kaligrafi, seni pentas, senjata, logam, keramik, dll)
    Masing-masing tersebut di atas BELUM BANYAK TERUNGKAP. (Pilih salah satu saja)
    Jurnal Ilmiyah KALIJAGA dengan izin terbit ISSN no.2302-6758, (focus Sejarah Kebudayaan & Peradaban Islam di Asia Tenggara) selalu setia menunggu Makalah dan/ atau hasil penelitian dari para PEMERHATI, PENELITI, DOSEN, GURU Pengampu materi SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM. Andai sudah ditulis tolong kirim via email : jurnalkalijaga@ymail.com.
    Untuk membangun kebersamaan, tolong disampaikan kpd segenap teman yang lain. Jazakumullah kheir khoiral jaza’. Tks

    ReplyDelete

Thank you very much for visiting my blog :D
and leave a comment in this blog so can be better in the future ^^

My Blog

My Blog
Fashion, Fotografi, Chocolate, Coffe and Study

Share it

Total Pageviews

SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL

“MAKALAH”

SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL
GURU PEMBIMBING : ABDURAJI

DISUSUN
OLEH
NAMA :
1. ANIS NUR YASMINE
2. ANISATIANI
3. ESTI NORPRIYANTI
4. DWI SISKA PRATIWI


KELAS : XI IPA 1

DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS DARI MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

SMA NEGERI 1 TAMIANG LAYANG
KABUPATEN BARITO TIMUR
2006




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “Sejarah Kebangkitan Nasional” yang merupakan salah satu tugas dari mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Dalam makalah ini kami menguraikan tentang sejarah Indonesia, bagaimana rakyat Indonesia bangkit melawan penjajahan dengan cara melalui pendidikan yang di pelopori oleh kalangan terdidik atu golongan terpelajar. Golongan terpelajarlah yang kemudian mempolopori kebangkitan nasional di Indonesia pada awal abad ke-20.
Dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Abduraji yang telah memberikan bantuan dan kebijaksanaan kepada penulis sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini.
Akhirnya dengan penuh rasa syukur penulis berharap semoga tulisan yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi pembaca.



Tamiang Layang, September 2006



Penulis


DAFTAR ISI

Halaman
JUDUL MAKALAH……………………………………………….................... 1
KATA PENGANTAR………………………………………………………….. 2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………. 3


BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………. 4
A. LATAR BELAKANG…………………………………………….. 4
B. TUJUAN DAN KEGUNAAN MAKALAH………………………. 4
C. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN……………………………. 4

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………. 5
A. LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA…………………… 5
B. PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA.. 8
C. SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928………………………… 9
D. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA………………… 10
E. PROSES TERBENTUKNYA NEGARA DAN PEMERINTAH RI… 10
F. TERJADINYA KRISIS POLITIK,EKONOMI,SOSIAL DAN
REFORMASI………………………………………………………… 11
G. KONDISI KEHIDUPAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL BUDAYA
PADA AWAL KEMERDEKAAN………………………………. .11
BAB III PENUTUP.....................13
A. KESIMPULAN………………………………………………………. 13
B. SARAN-SARAN……………………………………………………..14


DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Lembaga pendidikan formal sekolah merupakan salah satu tempat berlangsungnya proses belajar mengajar yang diusahakan dengan sengaja untuk menyajikan pengalaman bagi siswa supaya mereka dapat tumbuh dan berkembang menuju tingkat kedewasaan.

Terselenggaranya pendidikan baik oleh pemerintah kolonial maupun perguruan kebangsaan Indonesia telah melahirkan kalangan terpelajar yang peduli dan sadar akan nasib bangsanya. Kita sebagai generasi penerus harus mencontoh bagaimana para pejuang, para pemimpin awal bangsa ini yang giat menuntut ilmu melalui pendidikan yang melahirkan pemikir-pemikir handal dalam masa kebangkitan nasional.

Karena itulah kami memilih membuat makalah tentang “Kebangkitan Nasional”. Agar kita semua sadar betapa gigihnya dan sulitnya para pejuang kita merebut kemerdekaan, agar kita sadar akan pentingnya sebuah kemerdekaan, yang semestinya kita isi dengan belajar giat, melestarikan alam dan menjaga lingkungan, agar kemerdekaan itu menjadi bermakna.

B. TUJUAN DAN KEGUNAAN MAKALAH

Tujuan kami dalam pembuatan makalah ini adalah :

1. Mengetahui bahwa kemerdekaan itu didapat dengan susah payah.
2. mengetahui bagaimana usaha para pahlawan pendidikan dalam meraih kemerdekaan.


Kegunaan pembuatan makalah ini adalah :

1. Agar kita menyadari betapa pentingnya sebuah kemerdekaan.
2. Kita dapat mencontoh para pejuang yang gigih mendapatkan kemerdekaan.

C. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN

Guna menghindari kesalahan pengertian dan kesalahan menafsirkan makna yang terkandung dalam makalah ini penulis memandang perlu untuk memberikan batasan atau ruang lingkup terhadap masalah yang di bahas. Ruang lingkup masalah yang dimaksud adalah sebagaimana yang dikemukakan sebagai berikut :

1. Makalah ini dibuat berdasarkan sumber-sumber dari buku-buku pelajaran dan buku-buku referensi tentang Kebangkitan Nasional.
2. Makalah ini tidak hanya mencakup tentang Kebangkitan Nasional, tetapi juga mencakup tentang Kemerdekaan Republik Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

A. LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA

Nasionalisme Indonesi tumbuh pertama kali di kalangan terpelajar. Latar belakang kesadaran akan nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut.

Kalangan terpelajar dari berbagai daerah menyadari nasib sama sebagai jajahan Belanda
Nasib sama itu lebih lanjut memunculkan tekad untuk merdeka sebagai satu bangsa.
Upaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia menghadapi kendala amat berat sebagai berikut.

Pengaruh politik kolonialisme Belanda sudah tertanam lama dan dalam di tengah masyarakat Indonesia.
Tidak semua masyarakat Indonesia mau merdeka, terutama yang merasakan keuntungan dari pemerintah kolonial.
Sebagian besar masyarakat belum menyadari sebagai satu bangsa. Mereka masih terikat pada daerah masing-masing.

Menghadapi kendala berat itu, kalangan terpelajar bertekad untuk tanpa kenal lelah menumbuhkan kesadaran masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa. Untuk menemukan cara yang tetap, mereka mempelajari berbagai buku mengenai demokrasi dan nasionalisme yang tumbuh di Eropa, Asia, Amerika, dan Afrika. Dan belajar dan mengamati itu, kalangan terpelajar memutuskan untuk membentuk organisasi kebangsaan ( organisasi yang melepaskan diri dari sifat-sifat kedaerahan ).
Tumbuhnya berbagai organisasi kebangsaan menandai masa baru dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Masa baru ini dikenal sebagai masa Kebangkitan Nasional. Organisasi kebangsaan ini berciri modern, artinya memiliki tujuan, pengurus, dan aturan yang jelas.

B. PERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA

Pada mulanya, organisasi kebangsaan bercorak sosial, budaya, ekonomi dan agama. Barulah sejak tahun 1912, organisasi kebangsaan bercorak poilitik dengan tujuan utama INDONESIA MERDEKA.

1. BUDI UTOMO
Berdirinya Budi Utomo dirintis oleh upaya Dr. Wahidin Sudirohusodo mengumpulkan dana pendidikan Bumiputera.
Budi Utomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Tanggal ini dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Tokoh pendirinya adalah para mahasiswa STOVIA, seperti Soetomo, Gunawan, Cipto Mangunkusomo, dan R.T.Ariyo Tirto kusumo.
Pada mulanya, Budi Utomo bukan organisasi politik, kegiatannya terpusat pada bidang sosial budaya. Sejak tahun 1915, Budi Utomo mulai bergerak di bidang politik.
Pada tahun 1929, Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia).
Pada tahun 1935, Budi Utomo bergabung dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) yang dipimpin oleh Soetomo. Penggabungan (Fusi)
Itu membentuk organisasi baru bernama Parindra (Partai Indonesia Raya).


2. SAREKAT ISLAM (SI)
Pada tahun 1909, Kyai Haji Samanhadi, sudagar batik dari Solo, mendirikan Sarekat Dagang Islam.
Tujuan Organisasi adalah membela kepentingan pedaganf Islam dari ancaman dan dominasi pedagang Cina, serta meningkatkan pengalaman ajaran Islam di antara para anggota.
Pada tahun 1921, Sarekat Dagang Islam berubah nama menjadi Sarekat Islam (SI). Perubahan nama itu di ikuti dengan perluasan tujuan, yakni melawan segala bentuk penindasan dan dominasi rasional.
Tokoh SI antara lain Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, Abdul Moeis, dan Suryopranoto,
Sejak tahun1917, terjadi perpecahan di tubuh SI, dengan adanya SI Putih yang tetap setia kepada garis organisasi SI dan SI Merah yang cenderung ke arah sosialis-komunis. Akhirnya, pada tahun 1921, Si Merah memisahkan diri menjadi Partai Komunis Indonesia.

3. INDISCHE PARTIJ

Indische Partij (IP) didirikan pada tahun 1912 di kota Bandung oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).
IP bertujuan menyatukan semua golongan masyarakat Indonesia, yaitu Indonesia asli, keturunan Cina, dan arab, dalam semangat Nasionalisme menuju Indonesia merdeka. Dengan tujuannya itu IP menempatkan diri sebagai organisasi politik pertama di Indonesia.
Pada tahun 1913, Ip dinyatakan sebagai partai terlarang. Larangan tersebut turut dilatarbelakangi oleh tulisan Suwardi Suryaningrat berjudul Als Ik een Nederlander was (jika saya seorang Belanda) sebagai reaksi terhadap peringatan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari penjajahan Prancis. Secara tajam tulisan itu menyindir tindakan pemerintah kolonial mewajibkan bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan bangsa yang menjajahnya.
Sebagai tindak lanjut pelarangan IP, tiga serangkai ditangkap dan diasingkan ke Belanda.

4. MUHAMMADIYAH

Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan.
Muhammmadiyah bertujuan untuk mengembangkan ajaran agama Islam, memeberantas kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam yang benar.
Meskipun tidak menempuh jalur politik, Muhammadiyah mampu menarik banyak pendukung.Muhammadiyah amat berperan dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

5. PERHIMPUNAN INDONESIA

Perhimpunan Indonesia (PI) berasal dari Organisasi pelajar Indonesia bernama Indische Vereeniging. Organisasi itu didirikan pada tahun 1908 sebagai forum komunikasi di antara para pelajar Indonesia yang merantau di luar negeri.
Pada tahun 1925, Indonesische Vereeniging berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia(PI).
Tokoh PI antara lain Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, Sastro Mulyono, dan Sartono.
PI bergabung dengan liga antiimperialisme dan penindasan kolonial. Dalam kongre liga pada tahun 1926 di Prancis, Hatta secara tegas menyuarakan tuntutan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1927, PI keluar dari liga, setelah kaum komunis mendominasi liga tersebut.
Pada tanggal 10 Juni 1926, Mohammad Hatta, Ali Sastroamijoyo, Abdulmajid Joyoadiningrat, dan Nazir Pamuncak ditangkap, dengan tuduhan menghasut pemberontokan melawan pemerintah.Sebelum sidang pengadilan setahun kemudian , keempatnya dibebaskan. Sejak saat itu, gerak-gerik PI diawasi dengan ketat.

6. PARTAI KOMUNIS INDONESIA

Partai Komunis Indonesia berdiri pada tanggal 23 Mei 1920. Dalam melaksanakan programnya, PKI berpegang teguh pada kebijakan Komintern (Komunis Internasional). Seuai dengan kebikjakan Komintern, PKI menyusup ke dalam partai lain, terutama Sarekat Islam.
Akibat ulah PKI SI terpecah menjadi dua kubu. SI Merah (julukan untuk SI Prokomunis) dan SI Putih (julukan untuk SI Nonkomunis). Akhirnya aturan disiplin SI, mengharuskan SI Merah keluar dari SI. Peristiwa pada tahun 1921 itu menandai berdirinya PKI sebagai organisasi politik yang berdiri sendiri.
Untuk membentuk organisasi massa yang kuat, PKI melakukan propaganda terhadap kalangan bawah, terutama kaum buruh. Dengan sifat revolusionernya, PKI mamapu memperoleh dukungan dalam waktu cepat.
Kemajuan pesat itu terrnyata membuat PKI lupa diri karena membawa PKI pada keputusan untuk menggalang pemberontakan terhadap pemerintah kolonial
Pada tanggal 13 November 1926, pemberontakan PKI meletus. Pemberontakan berupa pemogokan dan kerusuhan di Batavia, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, tetapi pemberontakan tersebut dapat ditumpas dalam waktu singkat.


7. PARTAI NASIONAL INDONESIA (PNI)

PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung di bawah pimpinan Ir. Soekarno.
PNI bertujuan mencapai Indonesia merdeka dengan usaha sendiri. Ideologi PNI disebut Marhaenisme.
Dalam propogandanya, PNI langsung menyoroti berbagai bentuk ketidakadilan dan penindasan akibat kolonialisme Belanda.
PNI juga mengadakan kegiatan konkret untuk membangun kesejahteraan rakyat di bidang ekonomi, sosial, dan politik.
Khawatir akan perkembangan nasionalisme di kalangan rakyat, pemerintah kolonial menangkap para tokoh PNI seperti Soekarno, Maskoen, Gatot Mangkupraja, dan Supriadinata. Mereka dituduh menyulut kekacauan dan pemberontakan.
Akhirnya sidang pengadilan Kolonial (Landraad) menjatuhkan hukuman penjara kepada para pemimpin PNI.

8. PERSATUAN BANGSA INDONESIA

PBI berawal dari kelompok belajar bernama Indonesische Studie Club. Kelompok ini didirikan oleh Dr. Sutomo di Surabaya, pada tahun 1924. Pada bulan November 1930, kelompok itu berubah menjadi PBI.
Kegiatan PBI menitikberatkan pada usaha memperbaiki kesejahteraan rakyat. Salah satunya mendirikan rukun tani. Rukun tani itu terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan petani.Keberhasilan itu mengundang banyak dukungan terhadap PBI sehingga gerak-gerik organisasi itu mulai diawasi pemerintah kolonial.
Kegiatan PBI selanjutnya menggalakkan koperasi, memebentuk serikat kerja, dan meningkatkan pengajaran dan pendidikan rakyat.
Pada tahun 1935, PBI dan Budi Utomo bergabung membentuk Parindra.


9. GABUNGAN POLITIK INDONESIA (GAPI)

GAPI didirikan pada tanggal 21 mei 1939 di Jakarta. Sebagai forum komunikasi antar partai, GAPI tetap memberi kebebasan bagi partai untuk bergerak sesuai program masing-masing.
Tokoh GAPI antara lain Muhammad Husni Thamrin, Amir Syarifudin, dan Abikusno Cokrosuyoso.
Untuk melaksanakan aksinya, GAPI mengadakan Kongres Rakyat Indonesia, tanggal 25 Desember 1939. Keputusan penting dari kongres tersebut antara lain penetapan bendera merah putih sebagai bendera kebangsaan dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kebangsaan.
Saat Perang Dunia II meletus , GAPI mengeluarkan resolusi kepada ratu Belanda , perlemen Belanda , gubernur jenderal Hindia Belanda , dan Volksraat ( dewan rakyat Hindia Belanda yang dibentuk pada tahun 1914 ). Resolusi itu menuntut penggantian Volksraat dengan perlemen sejati yang anggotannya dipilih oleh rakyat dan menuntut perubahan ketatanegaraan Indonesia.
Menjelang kedatangan Jepang, tuntutan GAPI semakin gencar melalui pembentukan Majelis Rakyat Indonesia, yang merupakan kelanjutan Kongres Rakyat Indonesia. Namun, tuntutan itu langsung redup setelah Jepang menguasai Indonesia.

C. SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928

Sumpah Pemuda berawal dari cita-cita menyatukan organisasi-organisasi pemuda dalam satu forum. Untuk mewujudkan cita-cita itu pada tanggal 30 April 1962, diadakan Kongres Pemuda Indonesia I di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh wakil-wakil organisasi pemuda seperti : Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Batak, dan organisasi pemuda lainnya.

Dalam kongres tersebut Mohammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa persatuan Indonesia.

Pada bulan September 1926, para pemuda mendirikan organisasi bernama Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) di Jakarta. PPPI bertujuan memperjuangkan Indonesia merdeka. Tokoh PPPI antara lain Abdulloh Sigit, Sugondo, Suwiryo, Mohammad Yamin, dan Amir Syarifuddin.

Memasuki tahun 1928, alam politik Indonesia digelorakan oleh semangat persatuan, kebangsaan, keyakinan berdiri sendiri, dan cita-cita Indonesia Merdeka. Dalam suasana itulah, berlangsung Kongres Pemuda Indonesia II, tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres tersebut menghasilkan suatu ikrar yang disebut Sumpah Pemuda.


SUMPAH PEMUDA

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, Tanah Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Suasana persatuan Indonesia dalam kongres itu semakin kuat dengan diperdengarkannya lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf Supratman.

Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 merupakan salah satu puncak pergerakan nasional. Untuk mengenang peristiwa tersebut, setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari sumpah Pemuda.

D. PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

Setelah sekian lamanya berada didalam belenggu penjajahan, pada tanggal 17-8-1945 rakyat Indonesia dengan proklamasi menyatakan dirinya bangsa yang merdeka, prolamasi kemerdekaan Indonesia itu dilakukan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilakukan dengan penuh tekad dan keyakinan, dilandasi dan dijiwai oleh suatu cita-cita luhur sebagaimana dirumuskan di dalam pembukaan UUD 1945.

Kemerdekaan yang telah dicapai bangsa Indonesia bukanlah merupakan akhir dari perjuangan. Proklamasi kemerdekaan justru menjadi awal bagi bangsas Indonesia untuk menjalankan kehidupannya sebagai bangsa dan negara. Namun, tidak seperti bayi yang baru lahir yang senantiasa mendapat bimbingan dari kedua orangtuanya, bangsa Indonesia harus belajar sendiri untuk dapat memepertahankan kehidupannya. Negara Indonesia lahir dalam kondisi yang sangat memprihatinkan akibat dari penjajajahan yang telah mencengkeram bangsa Indonesia selama hampir 3,5 abad. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus segera membenahi negaranya agar terbentuk negara yang kuat dan mamapu bertahan dari berbagai ancaman.

Langkah pertama yang dilakukan agar pendiri negara ini adalah membenahi perekonomian dan stabilitas politik untuk mewujudkan persatuan Indonesia. Kini sudah 61 tahun Indonesia merdeka, perjalanan sejarah kita telah mengalami pasang surut, adakalanya negara kita berhasil mencapai prestasi, tetapi sering pula kita mengalami keterpurukan.

E. PROSES TERBENTUKNYA NEGARA DAN PEMERINTAHAN RI

Untuk mengatur kehidupan masyarakat, bangsa dan negara pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengesahkan UUD 1945 yang merupakan hasil rancangan Panitia Sembilan yang diketuai Ir. Soekarno. Dengan disahkannya UUD 1945 sebagai Undang-undang negara RI, bangsa Indonesia memiliki landasan dalam mengatur kehidupan masyarakat dan negara. Dalam suatu negara, kepala negara dan kepala pemerintahan sangat diperlukan. Dengan demikian, pada sidang PPKI 18 Agustus 1945 itu dipilih presiden dan wakilnya. Atas usul Otto Iskandardinata, dilakukan pengambilan keputusan secara aklamasi. Dalam sidang tersebut Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.
Negara asing pertama yang mengakui kemrdekaan Indonesia adalah Mesir. Dengan demikian Indonesia telah memenuhi syarat berdirinya atau terbentuknya negara dan pemerintahan yang berdaulat. Kemudian setelah membentuk lembaga Presiden kemudian PPKI merancang pembentukan komite nasional yang bertugas memebantu presiden. Komite ini yang melndasi terbentuknya DPR dan MPR.

F. TERJADINYA KRISIS POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN
REFORMASI

Orde lama berlangsung 21 tahun. Sedangkan orde baru terjadi dari tahun 1966-1998. Pada awal orde baru mampu menciptakan tatanan kehidupan bernegara yang baik, pembangunan pun berkembang pesat. Namun dalam perkembangan selanjutnya orde baru banyak melakukan penyimpangan sehingga membuat banyak rakyat merasa kecewa. Kekecewaan rakyat melahirkan ketidakpuasaan sehingga pada akhirnya melahirkan ketidakpuasan sehingga pada akhirnya melahirkan apa yang dinamakan gerakan reformasi. Gerakan itu bertujuan melakukan melakukan pembaharuan disegala bidang . langkah awal gerakan ini datandai dengan penurunan presiden Soeharto dari kursi kepresidenan. Pergantian pemimpin bangsa dan negara ini adalah sebagai langkah awal, langkah selanjutnya setelah adanya pergantian tersebut diharapkan dapat mengubah bidang-bidang yang lain namun pada waktu itu juga terjadi :

a. Krisis Politik

Pada akhir orde baru, di Indonesia mengalami krisis politik. Terjadinya krisis politik bermula dengan kemenangan mutlak Partai Golongan Karya (Golkar) pada pemilu tahun 1997. Kemenangan mutlak itu menyebabkan Golkar menjadi satu-satunya organisasi politik di Indonesia yang mempunyai kedudukan sebagai mayoritas tunggal (Single Majority). Rakyat merasa tidak puas dengan hasil tersebut, akibatnya rakyat merasa tidak percaya dengan pemerintahan pada saat itu.

b. Krisis ekonomi

krisis ekonomi di Indonesia dimulai dengan terjadinya krisis moneter yang melanda Asia Tenggara pada pertengahan tahun 1997 (bulan juli).

C. Krisis kepercayaan

Krisis ekonomi yang terjadi hampir bersaman waktunya dengan krisis politik menyebabkan keadaan negara bertambah kacau. Antara krisis politik dan ekonomi saling mendukung dan selanjutnya melahirkan krisis kepercayaan. Krisis kepercayaan terjadi, karena rasa ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah, DPR, dan MPR. Krisis kepercayaan ini akhirnya menimbulkan gerakan reformasi.



G. KONDISI KEHIDUPAN POLITIK, EKONOMI, SOSIAL
BUDAYA PADA AWAL KEMERDEKAAN

1. Kondisi Politik

Setelah memeproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, kondisi politik dan keamanan dalm negeri Indonesia masih rawan dan sangat labil. Pengambilan kekuasaan dari tangan tangan Jepang sering menimbulkan bentrokan bersenjata. Situasi ini bertambah parah setelah kedatangan pasukan Sekutu (AFNEI) yang diboncengi tentara NICA (Belanda). Sementara itu, dalam sistem pemerintah dalam negeri mulai berkembang ke arah penyimpangan UUD 1945. hal ini diawali dengan kemenangan kelompok sosialis yang dipimpin oleh Sutan Syahrir dan Amir Syarifudin yang berhasil memebentuk “ Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP).


2. Kondisi Ekonomi

Kondisi perekonomian Indonesia pada awal kemerdekaan sangat parah, untuk mengatasi keadaan ekonomi yang tidak menentu tersebut, pemerintah mengambil kebijaksanaan salah satunya ialah dengan menyelenggarakan konferensi ekonomi dan berhasil menghapus sistem autarki lokal warisan Jepang, kemudian menggantinya dengan sistem sentralisasi.

3. Kondisi Sosial Budaya

sesudah proklamasi kemerdekaan, terjadi perubahan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia. Semula rakyat Indonesia adalah masyarakat kolonial dengan diskriminasi ras sebagai ciri pokoknya. Kemerdekaan telah berhasil menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap seluruh warga negara Indonesia. Pemerintah RI menghapus semua perbedaan perlakuan berdasarkan ras (warna kulit), keturuna, agama dan kepercayaan yang dianut warganya.


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN


Berdasarkan hasil pembahasan, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

Kebangkitan bangsa Indonesia ditandai oleh munculnya nasionalisme di negara Indonesia sendiri. Sekarang Nasionalisme tersebut bermakna luas karena mencakup bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Nasionalisme politik : Upaya menggulingkan segala bentuk kolonialisme dan imperialisme, kemudian membangun negara merdeka sendiri.
Nasionalisme ekonomi : Upaya untuk memberantas segala bentuk eksploitasi sumber daya ekonomi, kemudian membangun peerekonomian yang memakmurkan seluruh rakyat.
Nasionalisme sosial : Upaya untuk menyingkirkan pengaruh asing yang merusak dalam rangka membangun kepribadian bangsa yang khas dan mandiri.


B. SARAN-SARAN


Berdasarkan kesimpulan dan hasil pembahasan diatas penulis dapat memberikan saran sebagai berikut :

1. Kita sebagai warga negara Indonesia harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa karena atas izinnya lah kita berhasil mendapatkan kemerdekaan.

2. Marilah kita tegakkan sifat Nasionalisme, karena dengan sifat Nasionalisme kita
Dapat merehabilitasi keadaan Ekonomi, politik dan Sosial budaya di negara kita
Tercinta Indonesia.

3. Kemerdekaan yang kita peroleh dengan susah payah seharusnya kita isi dengan
Belajar giat, karena Nasionalisme berawal dari kalangan terpelajar yang
Memepelopori awal Kebangkitan Nasional.

4. Kita wajib mencontoh semangat para pejuang dalam merebut kemerdekaan.

DAFTAR PUSTAKA

Matroji, 2000, IPS Sejarah untuk SLTP kelas 2, Jakarta : Erlangga

Marwati, 1984, Sejarah Nasional Indonesia Jilid III-VI, Jakarta : Balai Pustaka

Siswanto. 2002, Sejarah 3a SMA, Jakarta Selatan : Sunda Kelapa