12.20.2014

Sabana aka Teletubbies Hill (Part 6)

No comments    
categories: 
Bosan dengan pemandangan kabut dan abu-abu, kita akan menyegarkan mata dikawasan hijau, masih diarea Bromo Tengger, sekitar 20 menit dengan Jepp dari kaki gunung Bromo kita akan sampai diarea padang rumput dan bukit-bukit hijau.

Full contras
Baiklah yang ada dalam pikiran aku saat sampai dikawasan ini bener-bener sangat ingin membaringkan badan di rumput, tapi ternyata rumput-rumputnya tajam, panjang dan tanah nya bercampur abu vulkanik yang menghitam apalagi kawasan Bromo sempat dibakar saat musim kemarau tadi, jadilah mengurungkan niat untuk baring, hijaunya rumput dari kejauhan menipu mata (aku kecewa, suer aku perlu berbaring meluruskan badan *mengingat hari itu)

Beautiful Sabana (all pic original photo by Me)

Valley

Enjoy
Hello this is Fenie and Fina, teman-teman aku yang masih semangat 45 untuk menaiki dan menuruni bukit hahaha, sedangakan aku? jujur jam 10 am ini aku dirundung kantuk yang sangat -______-, tapi aku masih semangat untuk mengambil beberapa photo.

Menuruni Bukit

With Filter
Dengan menggunakan settingan camera yang berbeda didapatkan warna rumput dan nuansa tone yang berbeda dari kawasan ini,,, romantic. Bagian atas memang nampak seperti bayangan tapi itu adalah efek dari kabut, kawasan ini masih sejuk sekali dengan anginnya tapi terik matahari cukup membuat hangat badan.


Tengger Villager
Bagaimana photo-photo dan cerita kawasan Bromo Tengger? segera anggarkan keuangan kamu buat berlibur kesini, Bromo.... I'll be back again.....

Kawah dan Pasir Berbisik (Part 5)

No comments    
categories: 
Turun dari kawasan penanjakan Bromo kita akan disuguhi pemandangan cantik sepanjang perjalanan, takkan terlukis dengan kata-kata (kaya lagu pelangi-pelangi itu *langsung nyanyi ingetin liriknya catchaaa). Masih membekas diingatan ku gimana cantiknya perjalanan turun dari kawasan penanjakan menuju kaki gunung, hmm...sebenenya pengen singgah untuk mangambil foto tapi entah kenapa apa efek lelah ngantuk jadi minta berhenti pun malas (kadang bahasa penulisan aku random).

Look at window
Mountain

Cantik kan, sebenernya ada foto-foto yang lebih cantik, entah kenapa hilang dari hardisk? selip maybe....hahaha hmm,, Fenie Jagung Bakar nya udah habis jangan dipandangin lagi ^^

okay next kita akan menuju kawasan kawah, pasir abu vulkanik dan kaki gunung Bromo yang exotic....
Pura Luhur Poten at Bromo, original photo by Me
Sebuah Pura cantik berdiri gagah dikaki gunung, di ketinggian kurang lebih 2300 dpl, namanya Pura Luhur Poten, exotis banget sekaligus mistis, sebuah rumah ibadah tempat pemujaan Dewa Dewi masyarakat Tengger yang memang mayoritas beragama Hindu (kalau didaerah gunung-gunung kepercayaan pada Dewa Dewi memang masih sangat kuat guys kaya waktu aku liburan ke Dataran Tinggi Dieng >> Baca Post All About Dieng di arsip tahun 2013).

Lets Jump
Sebuah Photo cute, hehehe photo ini terpilih dari sekian banyak photo keren dikaki gunung Bromo

Break Point
250 anak tangga (waktu itu aku ngitungnya sih 235)
Hiking di kawasan ini tidak tergolong sulit (coba lihat trackingnya dari photo diatas) menerjang pasir dan menaiki anak tangga buatan sekitar 250an anak tangga yang penuh dengan pasir, tapi lumayan bikin capek juga, sebenernya untuk mencapai anak tangga dari parkiran Jeep bisa menggunakan kuda, tapi gak asyik ah masa naik kuda? kita kan anak traveller yang kuat jalan hahaha, persiapan sebelum nanti mendaki Semeru alias menjenguk Ranu Kumbolo (Tahun depan deh yaaa kalau ada kesempatan, aaminn)
Meskipun ia berada di ketinggian 2392 M dpl, namun untuk mencapai puncaknya hanya melalui 250 tangga buatan. Sebelum berada di tangga, wisatawan harus menyusuri padang pasir terlebih dahulu.
Bagi Anda yang tidak mau capek, untuk sampai ke bawah tangga yang menghubungkan puncak Bromo, Anda bisa menggunakan jasa jip maupun naik kuda. Kedua jenis angkutan ini biasanya nge-temp di sekitar hotel/losmen. Untuk besarnya tarif Anda bisa melakukan tawar menawar. Yang jelas ada pembeda antara tarif wisatawan lokal dengan wisatawan mancanegara.
- See more at: http://www.djarumsuper.com/articles/land/featured_land/view/1203#sthash.7yyjvRlt.dpuf
Meskipun ia berada di ketinggian 2392 M dpl, namun untuk mencapai puncaknya hanya melalui 250 tangga buatan. Sebelum berada di tangga, wisatawan harus menyusuri padang pasir terlebih dahulu.
Bagi Anda yang tidak mau capek, untuk sampai ke bawah tangga yang menghubungkan puncak Bromo, Anda bisa menggunakan jasa jip maupun naik kuda. Kedua jenis angkutan ini biasanya nge-temp di sekitar hotel/losmen. Untuk besarnya tarif Anda bisa melakukan tawar menawar. Yang jelas ada pembeda antara tarif wisatawan lokal dengan wisatawan mancanegara.
- See more at: http://www.djarumsuper.com/articles/land/featured_land/view/1203#sthash.7yyjvRlt.dpuf

Hampir sampai dikawah

Kuda-kuda pendaki
Ini nih tracking buat sampai dikawah, lumayan juga karena Bromo di bulan Desember menghasilkan hujan dan membuat abu vulkanik berat untuk dilalui dengan berjalan kaki. kita? biasa aja sih, walau kadang berhenti jua buat istirahat sejenak mengambil photo hehehe

Tracking dimulai dari sini sampai kepuncak kawah
The Crater Of Bromo

Enjoy, ini posisi aku tinggi banget

I'm Free!
Our Jeep

Dan perjalanan dikaki gunung juga pasir berbisik yang gak berbisik lagi karena padat kehujanan ini akhirnya selesai jam 9 am. kita akan melanjutkan perjalanan ke Savana, padang rumput berbukit-bukit yang cantik masih dikawasan Tengger, Bromo. Next posting..... be cont....


Finally, Bromo (Part 4)

No comments    
categories: 
Setelah pulang dari kawasan BNS dan Lampion Garden jam sudah menunjukkan pukul 9.30 pm. Karena sudah janjian sama agent travelling yang bakal bawa kita ke Bromo, mereka bilang akan jemput kita jam 12 malam, supaya sunrise nya terkejar hehehe

Akhirnya tanpa tidur malam itu, kita mandi dan packing buat ke Bromo, bawa makanan dan prepare buat tidur dalam mobil jemputan aja, dari Malang ke Kawasan Wisata Bromo akan memakan waktu kurang lebih 3-4 jam perjalanan.

Dan Voila, saat jemputan datang ternyata mereka udah bawa Jeep, langsung buyar bayangan tidur bentar didalam mobil empuk, It's Jeep, dengan kursi yang tidak comfort buat tidur guys. Kita awalnya mengira bakal dijemput pake mobil sejenis AVP atau Inova buat naik ke atas, dan berganti dengan Jeep setelah mendekati kawasan puncak Bromo. Tapi dari kota Malang menuju Puncak Bromo kita sudah naik Jeep (nangis deh), dijemput 3 orang, 1 cewek dan 2 cowok.

Karena teman-teman kelelahan akibat muter-muter BNS, dalam Jeep hanya bisu dan ngobrol di setengah jam pertama, selanjutnya? anak-anak pada tidur dengan kondisi tidak comfort sama sekali nyandarin badan ke kaca Jeep. hahaha, apalah daya karena boring juga aq memutuskan memejamkan mata, 1 Jam, 2 Jam berlalu dan aku tidak tertidur, tapi saat sudah sampai di titik persinggahan pertama, si guide yang ganteng (Gue lupa namanya *kebiasaan) nanyain ada yang mau ke toilet? karena Toilet berikutnya jauh kata si mas2 ganteng (sebut aja dia begini hahaha) But akhirnya anak-anak on lagi (wake up) tapi kami tetap males beranjak dari dalam Jeep karena dingin.

Perjalanan setelah itu menanjak dan terus menanjak, taburan bintang-bintang dilangit dini hari itu (sekitar pukul 2.30 am) Cantik,, MasyaAllah ciptaanMu. Cantik banget dan hal ini gak akan pernah kamu temuin di kota, just only naik ke atas gunung. Baiklah jalan menuju Bromo itu gak enak , lebih banyak goncangan daripada jalan mulus hahaha, dan yang paling tragis adalah saat nyasar diarea padang pasir (pasir berbisik) dini hari dengan kabut superrr tebal, aku aja yg duduk dibelakang gak bisa lihat jalan sama sekali saking tebalnya kabut, dan mas2 yang nyetir Jeep sempat kalang kabut juga, Jeep terpontang panting diarea pasir karena gak menemukan pedoman jalan, kita berasa dalam kegelapan ditelan kabut (disini saya berdoa banyak didalam hati, *kalau sudah susah baru doa-doanya keluar).

Akhirnya area pasir berhasil dilewati, Alhamdulillah dan sebentar lagi kita sampai di Bromo. sebelum penanjakan 1 kita ke toilet dulu, pasang jacket tebal dan mengisi perut dengan minuman hangat juga goreng pisang atau makan mie instan (sumpah enak banget disuhu under 10 C) itu berasa lagi di LN musim gugur menjelang musim dingin.

Makan Pop Mie
Selfie with Tiska (guide kita)
Udah kaya di LN Musim Dingin
Waiting Sunrise

Gerbang Penanjakan
The Street

Beautiful Mountain with Thick Fog
Me
Bromo memang exotis, dan gunung akan selalu menawarkan pemandangan berbeda bila datang dimusim yang berbeda.


Oleh2 eh liat gak ada foto Bapak Susilo Bambang Yudhoyona Sekeluarga dibelakang Fenie hahaha
Beautiful morning

Jagung Bakar di Bromo
Bagaimana masih mau nunda ke Bromo nya? agendakan untuk liburan kamu karena bener-bener eksotis, capeknya perjalanan menuju kesini kebayar, well masih ada trip lanjutan dari penanjakan Bromo yaitu kawasan kawah dan pasir berbisik juga bukit teletubbies.... check it out next post..... aee jangan bosan yaaa

BNS and Lampion Garden (Part 3)

No comments    
categories: 
Day 1 (Part 2)

Setelah menikmati ketan legenda dan yoghurt dialun-alun kota Batu, kita melanjutkan perjalanan ini ke Batu Night Spectacular, okay yang belum tau BNS adalah sebuah area games yang luas banget sejenis Dufan yang hanya buka dimalam hari. Keren kalau menurut aku, bisa main wahana-wahana asyik dimalam hari dan ademnya kota Batu, Enjoy. Im Feel Free....

Batu Night Spectacular
Di area ini banyak spot menarik dan wahana games yang asyik-asyik, selayaknya Dufan versi sedikit lebih kecil, tapi cahaya lampu yang shinee dan ademnya kota Batu membuat betah berlama-lama, ada area foodcourt dengan harga terjangkau, belanja oleh-oleh khas Batu (Tips: belanja dikawasan ini lebih murah daripada di lokasi wisata lain, jadi belilah dikawasan ini aja), buka sampai jam 12 malam kalau gak salah ^^

Foodcourt

Shopping Oleh-oleh

Masih dalam area BNS kita akan ketemu sama taman beken yang infonya udah tersebar ke seluruh Indonesia Jaya hahaha, namanya Lampion Garden, sebuah taman lampion yang juga hanya buka dimalam hari, penasaran? lihat langsung hasil jepretan kita malam itu.

Welcome In Lampion Garden

Lampion Palace

The Twin Tower Lampion

Banyak Foto unik dikawasan ini, tapi gak mungkin aku post semua, jadi kita post secara garis besar aja (kebiasaan skripsi) hahaha

In front of Lampion Lake

Princess Carriage

Lotus in the Lake

Mini Eiffel
Kayaknya dari foto-foto ini sudah banyak bercerita melebihi kata-kata bukan? tapi akan ada sedikit penjelasan di taman lampion ini yang terkenal dengan motto: Nyatakan Cintamu di Lampion Garden. Hmm.. what happen with LOVE? (nulis bagian ini ko setengah hati guenya, efek apa? hatinya lagi kena Badai Katrina)

Diarea ini ada lampion-lampion berbentuk hati (love) dengan bentuk-bentuk yang lucu, aku sih gak terlalu interest sama kawasan taman hati ini (sampai segitunya saking banyaknya LOVE bertebaran). Yah daripada penasaran ini deh aku kasih foto nya yang lagi romantisan disini hahaha miane Fina, aku ambil foto kamu aja (tanpa seijin yang punya).

Pasangannya gak dipost bahaya LOL

Dikawasan BNS ini ada sepeda udara, dimana dengan naik sepeda ini diketinggian kita bisa melihat pemandangan indah ala kota Batu sekitarnya, (sayang waktu itu gak sempat karena muter-muter di Taman Lampionnya kelamaan huhuhu)

BDW BNS dan Lampion Garden udah direview ala versi gue, so enjoy ur night in Batu City..... Gak terasa dikawasan ini sudah sampai jam 9 malam lebih, kita harus cepat-cepat balik ke rumah Queen, karena jam 12 Malam akan dijemput buat gowes ke BROMO, akhirnyaa, BROMO We're Coming......

Pesen dari om bloggor: pembaca yang baik akan meninggalkan jejak hahaha, yuks coment disini, entar penulis suka-suka ini akan membalas nya (siapa elu nis?) hahaha




Welcome In Batu City (Part 2)

No comments    
categories: ,
Day 1 (Part 1)

Hari pertama di kota Malang, setelah melalui 16 jam perjalanan kereta yang sungguh melelahkan badan, dilengkapi dengan adegan tidur miring kiri miring kanan angkat kaki, sholat sambil duduk dan juga berjalan-jalan dalam kereta sampai makan nasi goreng telor di kantin kereta tengah malam jam 11 pm, sungguh pengalaman yang gak akan terlupkan bareng sahabat-sahabat aku di Jakarta/ Depok ini.Yang nyesek terutama leher dan pinggang hahaha dan kita nyampe dengan selamat disana, Alhamdulillah, stasiun kereta api kota Malang jam 7 am, dengan dianter sama Citra Taxi kita menuju Rumah Queen yang ternyata berada dekat sekali dengan gerbang selamat datang di kota Batu, kota Batu adalah kota full objek wisata di kotamadya Malang.

Berada dikawasan kota wisata, rumah sohib aku ini enak banget, comfort dan adem maksimal. Udah berasa hotel bintang 5 (makasih Queen dan Family yang udah nyediaan kamar nyaman dan juga mba Ani yang masakin kita makan) jadilah sampai kerumah sohib aku ini jam 8 am. Sampai kamar kita memutuskan untuk ? untuk tidur seharian mengisi energi sebelum besok tengah malam menuju Bromo.

Tapi apakah kita namanya kalau betah berlama-lama dirumah? sore hari Queen mengajak kita bersama keponakan dia yang lucu, Kella (2 tahun) untuk santai di alun-alun kota Batu, sambil nyetir mobil mamanya ternyata gak sampai 10 menitan kita sudah sampai, inilah alun-alun kota batu disore hari itu....

Kincir Khas Alun-alun kota Batu
Dan datang ke Malang dimusim hujan, apalagi kalau bukan kehujanan, gerimis mengiringi romantisnya sore itu di alun-alun kota, sambil berphoto-photo ria lengkap dengan payung-payung cantik kita tetap memaksakan diri berphoto (siapin payung sebelum hujan), berharap banyak dengan bawa si lumix karena photo dimalam hari akan penuh tantangan buat dapat foto bagus -____-

Queen, Kella and Fina

Dibawah gerimis hujan

Dan kalau ke kota Batu apalagi ke kawasan alun-alun gak lengkap dong tanpa melewatkan menu yang namanya Ketan khas Batu, kuliner pertama kita dan hukumnya 1/2 wajib adalah ketan Legenda (beken banget ni warung ketan kalau turis macam kita nih datang harus nyobain), ini nih penampakannya, sambil minum yoghurt khas kota batu. wiss asyik laa, yoghurtnya enak banget fresh dan hanya dijual di Batu. Untuk si ketan aku sih sebenernya suka toping coklat keju susu itu, jadi kayak desert....


Ketan Legenda, ketan bersantan dengan aneka toping yang unik


Nandhi Murni nama Yoghurtnya, jangan lupa cobain beli yaaa
Karena kesorean dan hujan, akhirnya foto-foto dimalam hari nya seadanya dan gak maksimal kasihan lensa kamera ntar basah dan jamuran, oke lanjut baca liburan kita di Malang dan Batu ini yaa teman-teman, jangan lupa berkomentar ^^


12.19.2014

Malang, I'm Come Back Again (Part 1)

No comments    
categories: 
Yeay Malang, memutuskan untuk liburan keluar kota dari Jakarta, kebetulan punya temen baik anak malang asli yang bersedia nampung kita dirumahnya, ahahaha Makasih Banyak buat my sist Queen and Her Family ^^

Perjalanan ke Malang ditempuh selama 16 Jam dengan kereta api ekonomi, perjalanan kita dimulai dari Kos masing-masing di Depok, dengan semangat 45 pada tanggal 20 bulan November 2014 (udah kaya teks proklamasi) kita berangkat ke Pasar Senen untuk memulai travelling kita ini ditengah revisi-revisi laporan akhir Praktek Kerja Profesi Apoteker (Revisi? saat nulis diblog ini juga saya lagi pusing sama revisi, deadline tanggal 23 Desember 2014 harus sudah daftar sidang, but apa daya lagi gak mood revisian, biasanya kecerdasan muncul saat kepepet 1-2 hari sebelum deadline *udah biasa hooo)

aah lagi-lagi openingnya gak nyambung sama judul sabar ya pembaca, baiklah sampai mana tadi? Pasar Senen! Yups perjalanan ke Pasar Senen dimulai dari Stasiun Pondok Cina Depok, dengan naik ojek Rp. 10K saya dianterin abang ojek ke stasiun dari kos an,  nah kita janjian sama Queen, Fina dan Fenie, Fina dan Fenie nunggu di Stasiun Universitas Indonesia, jadilah aq dan Queen berangkat dari Pondok Cina Station, sampai Stasiun UI kita nunggu Fenie dan Fina datang, akhirnya si Fenie datang duluan, Fina mana? bdw KRL datang nih, kita naik dan Fina nyusul deh ke Stasiun Manggarai. (bertele-tele banget ya penulisannya *abaikan)

Lanjut, dari stasiun Manggarai kita transit KRL bekasi biar bisa turun distasiun Senen, upss dikejar deadline berangkat, si KRL bekasi mogok masuk depo, kita udah ketar ketir takut ketinggalan kereta, akhirnya keburu juga walau mepet alias 20 menitan lagi kereta ke Malang akan berangkat. Beli Snack buat nemenin perjalan panjang 16 Jam kita, akhirnya dimulai............

16 Jam dalam kereta ekonomi itu gak gampang, sungguh! ini perjalanan paling melelahkan dalam 20 tahunan hidup gue (yang bisa gue ingat) hahaha, secara kita mau liburan hemat sih, ekonomi lah yang diambil. 

so kenapa kita bela-belain ke Malang? tujuan utama kita adalah BROMO? yep, its our Bromo


Gerbang Penanjakan 2 Bromo

Bromo Pagi itu, Original Photo By Anis Yasmine, no edit


Ahhh perjalanan ke Bromo ini akan aku tuliskan detailnya di next postingan ya ,,, MasyaAllah , Alhamdulillah bisa merasakan hawa dinginnya kawasan Bromo hari itu....